Koalisi Besar Belum Pasti, Penentuan Capres-Cawapres Butuh Proses

Bertemunya lima partai ini memantik asumsi, apakah lima partai ini yang nantinya menjadi Koalisi Besar seperti yang sempat disinggung Ketua Umum Golkar Airlangga. Terlebih pada pertemuan itu hadir pula Presiden Jokowi yang digadang menjadi titik temu dari koalisi besar.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Koalisi Besar Belum Pasti, Penentuan Capres-Cawapres Butuh Proses
Cak Imin Temui Prabowo. ©2023 Liputan6.com/Faizal Fanani

Dua pekan lalu, publik disuguhkan panggung politik menarik. Lima partai yang terdiri dari PAN, Golkar, PPP, PKB dan Gerindra bertemu dalam sebuah agenda buka puasa bersama di Kantor DPP PAN, Jakarta.

Bertemunya lima partai ini memantik asumsi, apakah lima partai ini yang nantinya menjadi Koalisi Besar seperti yang sempat disinggung Ketua Umum Golkar Airlangga. Terlebih pada pertemuan itu hadir pula Presiden Jokowi yang digadang menjadi titik temu dari koalisi besar.

Menjawab hal itu, Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay mengatakan pertemuan lima partai adalah bentuk silaturahmi lintas politik bersama ketum partai yang kebetulan diadili oleh Presiden Jokowi.

"Silaturahim politik seperti itu adalah mendiskusikan bagaimana tentang bangsa ini ke depan dalam menyambut Pemilu yang akan datang. Agar tidak terjadi friksi-friksi besar yang menyebabkan perpecahan," kata Saleh saat dikonfirmasi, Jumat (14/4).

Saleh mengungkap, pembicaraan antara lima ketum parpol kemarin lebih kepada membahas upaya mencegah ketidaksinkronan para pendukung capres-cawapres.

Sebab, saat ini masing-masing partai ada yang sudah mencalonkan calonnya sendiri-sendiri seperti Gerindra dengan Prabowo, Golkar dengan Airlangga, kemudian PKB jg sudah menyebut nama Muhaimin Iskandar.

"Jadi masing-masing parpol sampai hari ini masih berupaya untuk bagaimana mencari sosok yang terbaik di lintas partai. Karena kan
partai-partai itu sudah menyebut nama, jadi perlu berkomunikasi lintas partai," urai Saleh.

Saleh mengamini, kalau ada kesamaan visi misi maka bisa dipadukan. Artinya, sampai saat ini kelima partai masih dalam proses mendiskusikan mekanisme apa yang digunakan dalam penentuan capres cawapres.

"Jadi ini (koalisi besar) masih dalam proses itu," kata Saleh.

Saleh pun mengaku kurang sepakat, bila hari ini ada pihak yang mengatakan koalisi besar sudah terbentuk. Namun dia memastikan pada saatnya hal itu mungkin saja bisa terjadi.

"Menurut saya belum, tapi diharapkan koalisi besar bisa terbangun agar agenda politik ke depan lebih mudah disamakan persepsinya," dia menutup.

Senada, Ketua DPP PKB Daniel Johan. Dia menyampaikan memang belum ada kepastian dari lima partai membentuk satu koalisi bersama. Sebab, saat ini partai-partai masih dalam tahap penjajakan dan keterbukaan.

"Belum ada kepastian, masih dalam proses saling terbuka dan menjajaki," singkat Daniel melalui pesan singkat.

Daniel menambahkan, banyak hal dibahas di masa penjajakan. Namun diyakini, persoalan menentukan siapa capres dan cawapres dalam koalisi besar menjadi kuncinya.

"Rasanya persoalan penentuan capres cawapres yang potensi menjadi keruwetan tersendiri," kata Daniel.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi