Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh angkat suara terkait melesatnya elektabilitas partainya menurut lembaga survei litbang Kompas. Dia mengatakan, pihaknya menghargai setiap hasil survei.
Dia menyebut, Partai NasDem belakangan ini sering mendapat elektabilitas rendah. Namun jika saat ini hasilnya meningkat, Paloh mengaku menghargai hasil tersebut.
"Kita kan bisa memahami lembaga survei memberikan indikasi, indikator tentu pemahaman kami baik saya Demokrat Mas AHY dan partai lainnya semua menghargai pikiran hasil survei. NasDem biasa surveinya rendah, naik sedikit baru napas turun lagi," katanya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (22/2).
Menurut hasil survei litbang Kompas, calon mitra koalisi perubahan yakni Partai Demokrat dan PKS malah mengalami penurunan. Menanggapi hal itu, Paloh menyebut, perjalanan ketiga partai tersebut masih panjang, dan ketiganya sepakat untuk saling melengkapi.
"Indikasi hari ini tapi masih panjang perjalanan, nah kita lihat ke depan. Tapi kami saling besarkan hati, itu kewajiban. Kalau Mas AHY kecil PKS dikit itu kewajiban saya supaya beda dikit," tegasnya.
"Jadi jangan koalisi lips service aja habis itu tidak saling kenal mudah mudahan jangan terjadi diantara PKS Demokrat NasDem," sambung Paloh.
Advertisement
Dia menilai unsur 'saling hadir' inilah yang menjadi nilai jual 'koalisi perubahan'. Paloh menyebut koalisinya tidak sekadar lip service karena kebutuhan sesaat saja.
"Ini yang namanya Perubahan. Jadi kepada teman-teman semuanya, semuanya kami memiliki spirit yang sama, saling membesarkan hati, dan insyaAllah progres yang jauh lebih positif bisa kami dapatkan di depan, kami semua berkepentingan dan semoga termanage dengan baik," imbuhnya.
Sebagai informasi, dalam lingkaran partai 'koalisi perubahan' elektabilitas NasDem melesat naik dibanding PKS dan Demokrat yang mengalami penurunan di survei Litbang Kompas. Dalam survei ini, NasDem berada di urutan kelima dengan suara 7,3%. Sementara PKS 4,8% dan Demokrat 8,7%. Secara tren NasDem mengalami kenaikan, PKS dan Demokrat merosot.
Survei periodik Litbang Kompas ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 25 Januari-4 Februari 2023. Total 1.202 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Tingkat kepercayaan survei menggunakan metode ini mencapai 95 persen dengan margin of error +- 2,83 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Litbang Kompas menyatakan kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com