Baliho Anas Urbaningrum dekat Rumah SBY Siapa yang Pasang?

Billboard memuat foto mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum itu berdiri tak jauh dari kediaman Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Baliho Anas Urbaningrum dekat Rumah SBY Siapa yang Pasang?
billboard anas urbaningrum. ©2023 Merdeka.com

Papan iklan raksasa di Arah Jakarta Tol Jatikarya sempat membuat heboh beberapa waktu lalu. Sebab, billboard memuat foto mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum itu berdiri tak jauh dari kediaman Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor.

Diketahui, Anas memiliki hubungan yang panas dengan SBY dan Demokrat sejak kasus Hambalang mencuat ke publik. Baliho itu memuat tulisan singkat 'Tunggu Beta Bale' yang berarti tunggu aku kembali.

Pemilik billboard Sparx Advertising mengungkapkan, papan iklan tersebut dijadwalkan terpasang selama satu bulan. Namun, dia enggan membeberkan siapa yang memasang billboard tersebut.

"Dia satu bulan tapi mereka ada rencana mau perpanjang buat satu tahun ke depan. Yang ini (arah Cileungsi) rencana mereka, Anas, mau pakai juga," kata dia.

Meskipun demikian, petugas tersebut menyebut billboard ini dipasang oleh pihak partai politik. Sayangnya, dia tak menyebut partai mana yang dimaksud.

"Partai," ujar dia.

Diketahui, Anas terbelit kasus gratifikasi mobil Harier dan korupsi proyek Hambalang. Awalnya Anas divonis 14 tahun, lalu PK memutuskan jadi 8 tahun. Pada April mendatang, Anas dikabarkan akan bebas.

Kini, Anas Urbaningrum masih berstatus tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kota Bandung. Kepala Lapas Sukamiskin, Kunrat Kasmiri mengatakan bahwa Anas masih mengikuti agenda dan program kegiatan bersama narapidana yang lain.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Renanda Bachtar mengaku tidak mengurusi siapa pemasang billboard dengan foto Anas Urbaningrum tersebut. Permasalahan yang Anas hadapi saat ini bukanlah masalah partainya, melainkan sudah menjadi permasalahan pribadi.

"Masalah Anas dan segala kasusnya menjadi urusan dan masalah pribadinya, tidak berkaitan lagi dengan partai demokrat. Dan mas Anas sudah menjalani hukumannya. Saya rasa semua masalah selesai dan menjadi masa lalu," tegas dia.

Rekomendasi