Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama membantah mendukung Munaslub Golkar untuk mendorong Luhut Binsar Pandjaitan menjadi ketua umum. Haris mengatakan, undangan KNPI mendukung Munaslub hanya fitnah.
"Viralnya selebaran dukungan Munaslub Partai Golkar pada acara yang akan diselenggarakan di Rakernas KNPI akhir Februari ini merupakan fitnah kejam terhadap organisasi KNPI," ujar Haris dalam keterangannya, Jumat (10/2).
KNPI merasa dirugikan karena telah dicatut. Haris mengatakan, fitnah tersebut telah mencemari nama baik KNPI.
"Upaya pelaku fitnah ini sangat tidak bertanggung jawab dan sudah mencemari nama baik organisasi KNPI, sangat dirugikan atas perbuatan fitnah ini," kata Haris.
Ia mencium gelagat upaya adu domba KNPI dengan Golkar melalui undangan tersebut.
"Jelas sekali ini merupakan tindakan adu domba KNPI dengan Pak Luhut Panjaitan, dan menyeret KNPI dalam praktik politik kotor, sebab KNPI selama ini terbangun sebagai rumah bersama kader muda lintas partai dan golongan" tegasnya.
Haris mendesak, pihak yang telah membuat fitnah untuk bertanggungjawab. Dia menegaskan sudah berjibaku membangun KNPI sehingga tidak ingin organisasi rusak karena kepentingan segelintir orang.
"Siapapun yang berbuat fitnah ini, kalian harus bertanggung jawab. Jangan rusak KNPI kepengurusan hasil Kongres Ternate dengan memanfaatkan kepentingan pribadi dan golongan tertentu saja, saya bersama kawan-kawan pengurus bangun kejayaan KNPI dengan susah payah," tutup Haris.
Advertisement
Beredar undangan pernyataan sikap mendukung Luhut Binsar Pandjaitan menjadi ketua umum Golkar. Undangan yang disebar melalui WhatsApp itu mencatut Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan judul 'Save Golkar KNPI Mendukung Munaslub Golkar'. Tertulis agenda digelar pada 24-27 Februari di Ancol, Jakarta.
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto santai menanggapi kabar Munaslub tersebut. Sebab KNPI bukan ormas pemilik suara di partai berlambang beringin.
"Jadi kita jelasin ormas Golkar ada berapa? KNPI ormas Golkar bukan? Ya sudah," ujar Airlangga di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (10/2).
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com