Surya Paloh Jelaskan Alasan NasDem Usung Anies Capres, Begini Reaksi Jokowi

Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali mengaku tak tahu persis apa yang dibicarakan antara sang ketua umum bersama Jokowi di Istana kemarin. Namun menurut dia, satu jam lebih keduanya berbincang tak cuma bahas soal reshuffle.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Surya Paloh Jelaskan Alasan NasDem Usung Anies Capres, Begini Reaksi Jokowi
NasDem deklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

NasDem menepis kabar renggangnya hubungan antara Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meskipun, NasDem mengakui ada komunikasi yang terhambat dengan Jokowi.

Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali mengaku tak tahu persis apa yang dibicarakan antara sang ketua umum bersama Jokowi di Istana kemarin. Namun menurut dia, satu jam lebih keduanya berbincang tak cuma bahas soal reshuffle.

Salah satu yang dibahas saat itu menyangkut pencapresan Anies Baswedan. Ali mengatakan, masalah pencapresan Anies Baswedan telah dijelaskan Surya Paloh kepada Jokowi.

Itu yang dianggap sebagai persoalan komunikasi semata dengan presiden.

"Ada permasalahan itu kan hanya persoalan komunikasi. Jadi secara eksplisit telah dijelaskan kepada pak presiden," ujar Ali saat dihubungi merdeka.com, Senin (30/1).

Menurut Ali, Jokowi sudah bisa memahami alasan NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Bahkan, lebih dulu di antara partai politik lainnya.

"Menurut kami, beliau (Jokowi) bisa memahami itu," kata Ali.

Sebelumnya, dalam setiap kesempatan pidato di depan parpol pendukungnya, Jokowi menegaskan dalam memilih calon presiden harus hati-hati. Dia mengingatkan, keputusan tersebut penting. Jangan tergesa-gesa atau ojo kesusu.

Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi pun menegaskan, usai pertemuan kedua tokoh tersebut partainya tetap konsisten mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di 2024.

"Soal capres, NasDem konsisten dukung Anies," kata Gus Choi, saat dihubungi merdeka.com, Senin (30/1).

Dia pun mengungkapkan, jika pertemuan antara Surya Paloh dengan Presiden Jokowi sangat positif. Keduanya saling memahami dan mengerti.

Kendati demikian, saat ditanya apakah pertemuan tersebut membahas soal perombakan kabinet atau reshuffle menteri, dirinya mengaku jika tidak mengetahuinya.

"Baik-baik saja, positif, saling pemgertian, saling memahami. Engga tahu saya (bahas reshuffel)," ungkapnya.

Surya Paloh bertemu kembali Jokowi

Setelah tiga bulan, akhirnya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu kembali dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan terjadi pada Kamis (26/1) sore di Istana Merdeka, Jakarta.

Banyak pihak menilai, hubungan kedua tokoh tersebut renggang karena Surya Paloh mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Oktober 2022.

Namun, Jokowi sendiri telah melakukan pertemuan dengan Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 26 Januari 2023. Namun, tak diketahui apa isi pertemuan keduanya.

"Betul, ada pertemuan tersebut kemarin sore," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada wartawan, Jumat (27/1).

Sementara, Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto mengungkapkan pertemuan antara Surya Paloh dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (26/1) membahas persoalan bangsa Indonesia.

"Bahwa betul kemarin tepatnya kurang lebih jam dua, Pak Surya itu bertemu dengan presiden di istana. Di bahas adalah sekali lagi dua tokoh yang kangen-kangenan sebetulnya," kata Sugeng, usai pertemuan tim kecil, di Pendopo, Jakarta, Jumat (27/1).

"Jadi ekspresi yang nampak, kebetulan saya pertanyakan kepada pak Surya, bagai kakak adik yang kurang lebih selama tiga bulan tidak berkomunikasi lantas berkomunikasi dengan sangat baik," tambahnya.

Rekomendasi