Kubu Moeldoko Disebut Pecah Kongsi, Ini Kata Marzuki Alie

Menurutnya, apa yang dilakukannya sampai sejauh ini hanyalah demi mengembalikan tujuan Partai Demokrat. Dia tak menjawab tegas apakah masih berada di kubu Moeldoko atau tidak.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Kubu Moeldoko Disebut Pecah Kongsi, Ini Kata Marzuki Alie
Moeldoko Kunjungi TMII. ©2021 Merdeka.com

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat kubu Moeldoko, Marzuki Alie mengaku tak mengetahui soal kabar pecahnya para elite di tubuh parpolnya.

"Saya justru enggak tahu, coba tanya yang lain saja," kata Marzukie saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (3/10).

Mantan ketua DPR periode 2009-2014 itu pun tak mau ambil pusing soal tudingan dari kubu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atas ketidakpercayaan Moeldoko terhadap dirinya.

"Saya merasa dari awal biasa-biasa saja. Karena saya bukan inisiator KLB, saya masuk dan ikut KLB hanya karena difitnah, tidak dikasih ruang untuk klarifikasi oleh elite-elite AHY," kata Marzuki.

Menurutnya, apa yang dilakukannya sampai sejauh ini hanyalah demi mengembalikan tujuan Partai Demokrat. Dia tak menjawab tegas apakah masih berada di kubu Moeldoko atau tidak.

"Perjuangan saya hanya menginginkan PD dikembalikan ke khittah sebagai partai terbuka, modern dan demokratis," ujarnya.

Termasuk posisinya yang saat ini menjabat sebagai ketua dewan pembina pada Partai Demokrat Kubu Moeldoko, Marzuki merasa tak ada beban dan hanya menjalankan jabatan ini karena telah dipilih.

"Saya dipilih di KLB sebagai Ketua Pembina dan Moeldoko sebagai Ketum. Saya tidak mencalonkan, karena saya hadir belakangan. Karena dipilih, saya jalani saja selaku pembina," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkap, jika Moeldoko disebut sudah tidak mempercayai tim Marzuki Alie dan memilih menggunakan orang dekatnya di Kantor Staf Kepresidenan dengan inisial ES.

"Bahkan KSP Moeldoko sudah tidak percayai lagi tim Marzuki Alie dan gunakan orang terdekatnya di KSP inisial ES," kata Herzaky saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (3/10).

Herzaky juga mengungkap, Moeldoko pernah marah besar kepada kuasa hukum kubunya, Rusdiansyah karena membocorkan sebuah pertemuan rahasia di kawasan Ampera Jakarta Selatan. Pertemuan itu digelar untuk rapat dengan orang yang dipercaya bisa mengatur hukum.

"Informasi yang kami dapat KSP Moeldoko marah besar mengetahui hal ini," kata Herzaky.

Selain itu, ketika penunjukan kuasa hukum untuk melakukan gugatan di Mahkamah Agung, ada beda pandangan antar elite di kubu Moeldoko. Jhoni Allen dan Nazaruddin mengusulkan menunjuk Yosef Badeoda sebagai kuasa hukum. Marzuki Alie mengusulkan Rusdiansyah. Namun Moeldoko menghendaki Yusril Ihza Mahendra. Nama terakhir yang ditunjuk sebagai pengacara.

Rekomendasi