Ketum PPP: Demokrasi Bukan Alat Memecah Belah, Tapi Instrumen Saling Mendukung

Suharso melanjutkan, partai Ka'bah ingin membuktikan demokrasi adalah instrumen untuk berlomba-lomba mewujudkan kebaikan. PPP terpanggil untuk membuktikan hal tersebut.

Muhammad Genantan Saputra
Ketum PPP: Demokrasi Bukan Alat Memecah Belah, Tapi Instrumen Saling Mendukung
Suharso Monoarfa. ©2019 Merdeka.com

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa menegaskan bahwa demokrasi bukanlah alat untuk memecah belah. Menurutnya, demokrasi wajib dijadikan instrumen untuk saling mendukung dan menebar manfaat.

"Demokrasi bukanlah alat untuk memecah belah, demokrasi bukan alat untuk mencaci, membenci, demokrasi wajib dijadikan instrumen untuk saling mendukung, memuliakan dan saling membesarkan dengan berlomba-lomba menebar manfaat dan kemaslahatan bagi sesama dan semesta," katanya saat pidato kebangsaan di HUT ke-50 CSIS, Jumat (20/8).

Dia melanjutkan, partai Ka'bah ingin membuktikan demokrasi adalah instrumen untuk berlomba-lomba mewujudkan kebaikan. PPP terpanggil untuk membuktikan hal tersebut.

"PPP memikul tugas sejarah bersama seluruh unsur kebangsaan yang terpanggil untuk membuktikan bahwa demokrasi adalah instrumen atau tata cara untuk berlomba lomba mewujudkan kebaikan dan kebajikan," ucapnya.

Menurutnya, dalam kerangka itu, tidak ada pertentangan antara demokrasi dan Islam. Kata dia, demokrasi bukanlah ideologi melainkan tata cara atau tata laksana. Sementara Islam adalah sistem nilai yang utuh dan menyeluruh untuk mengatur hidup manusia.

"Islam adalah sebuah jendela besar untuk melihat dunia yang membahagiakan lahir batin seutuhnya," pungkas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional itu.

Rekomendasi