Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring meluruskan adanya narasi suap mahar politik dalam video yang beredar di sosial media (sosmed) terkait bakal calon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze. Menurut Tifatul, pemberian uang itu untuk keperluan sosialisasi.
"Jadi kejadian itu merupakan pemberian modal untuk sosialisasi dirinya (Hendrikus Mahuze). Karena ngumpulin orang tidak bisa gratis, apalagi di Papua jarak itu jauh, transportasi apalagi tiket di sana mahal," jelas Tifatul saat dikonfirmasi Merdeka.com, Jumat (11/9).
Soal tumpukan uang sebagaimana yang terekam dalam video tersebut, Tifatul menegaskan untuk kebutuhan biaya sosialisasi selama Pilkada berlangsung dan hal itu berdasarkan hasil kesepakatan antara calon dan partai.
"Jadi gini, PKS itu kalau mau maju itu calonnya diajak ngomong. Di samping elektabilitas, kapasitas, dan kualitas yang bagus. Tapi Anda punya biaya untuk maju enggak, jadi kita sudah punya format itu, konsolidasi kader sekian, sosialisasi sekian," jelasnya.
Tifatul juga menambahkan bahwa tumpukan uang yang ada di dalam video tersebut, akan digunakan untuk biaya sosialisasi kampanye yang bersangkutan selama empat bulan sampai Pilkada 2020 selesai.
"Jadi biaya kampanye biaya sosialisasi di awal itu selama empat bulan ini, itu saya kira di Papua itu masuk hal yang wajar. Jadi jangan disamakan dengan di luar yang jaraknya dekat lalu lintas sudah ada," katanya.
Menurut mantan Menkominfo itu, uang untuk biaya kampanye adalah suatu hal yang wajar, dalam iklim demokrasi di Indonesia.
"Jadi, tak ada mau maju cuma balak kosong, itu enggak ada, coba aja sendiri. Karena kan kalau maju itu perlu biaya kan, memang seperti itu sistemnya kan demokrasi kita. Jadi kita punya modal berapa calon berapa nah kita duduklah bicarakan, masa iya maju tidak pakai modal," tuturnya.
"Nah bila pengeluaran itu jadi cukup besar terlihatnya, karena di Papua itu kan enggak semua jalan sudah selesai tidak seperti di Pulau Jawa. Dan ngumpulkan orang itu kan perlu dikasih makan, nah jadi dia ngasih modal gitu loh," tambahnya.
Advertisement
Sebelumnya, Sempat viral di media sosial video dengan narasi bakal calon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze diduga memberikan uang suap ke sejumlah pengurus DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Merauke demi mendapat rekomendasi.
Video diunggah di berbagai platform media sosial sejak Selasa (8/9). Dalam video itu, bakal calon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze dan beberapa orang yang sedang mengeluarkan tumpukan uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.
Dalam video berdurasi 47 detik, tertulis di kolom deskripsi video bahwa Hendrikus diduga sedang memberikan sejumlah uang kepada sejumlah DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Merauke sebagai mahar politik guna memuluskan jalan mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai calon bupati.
"Demi mendapatkan surat rekomendasi, Calon Bupati Merauke Hendrikus Mahuze harus menyuap PKS Milyaran Rupiah. Penyerahan Uang ini dilakukan pada Tgl 9 Agustus 2020, Pukul 22.15 WIB, di Depan Hotel Aston, Jakarta, Percis Depan Kantor DPP. Uang suap ini diserahkan kepada Saparudin, Anggota DPRD Kab. Marauke yang juga Ketua DPD PKS Kab Marauke dan Dedy, Sek DPW Provinsi PKS Papua. Disaksikan Anggota Tim Sukses Robert Fonataba dan Burhanudin Zein," demikian keterangan yang dibagikan pada akun chanel YouTube, Marauke Bersatu.