Yenny Wahid Kritik PBNU Minta Jatah Kursi Menteri

"Jadi NU sesuai khitah tidak boleh berpolitik praktis artinya kita menghindari seolah-olah NU menuntut ada retorika NU menuntut jumlah kursi kabinet alokasi kabinet," kata dia.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Yenny Wahid Kritik PBNU Minta Jatah Kursi Menteri
Deklarasi kader Gus Dur dukung Jokowi-Maruf Amin. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid mengkritik petinggi PBNU yang meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo. Seharusnya, NU mengambil peran strategis untuk memberikan kritik konstruktif kepada pemerintah.

"Saya imbau petinggi NU supaya tidak terjebak pada retorika seolah-olah kita menuntut kursi kabinet atau sebagainya," ujar Yenny di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Yenny berharap NU tidak keluar dari khitahnya untuk tidak berpolitik praktis. Dalam arti tersebut, PBNU tidak menuntut jatah kursi dan memberikan jarak dengan pemerintahan.

"Jadi NU sesuai khitah tidak boleh berpolitik praktis artinya kita menghindari seolah-olah NU menuntut ada retorika NU menuntut jumlah kursi kabinet alokasi kabinet," kata dia.

Yenny tidak muluk-muluk berharap warga NU diberikan kursi menteri oleh Jokowi. Dia hanya berharap, Jokowi mau mendengarkan aspirasi warga NU.

"Kita berharap aspirasi warga NU didengar pemerintah, pasti tentu. Tapi tidak kemudian dengan cara bagi-bagi kursi nuntut kursi seperti itu," ujarnya.

Rekomendasi