Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyerukan warga nahdliyin untuk mendukung Mustasyar PBNU Ma'ruf Amin agar terpilih menjadi wapres mendampingi capres Joko Widodo. Marzuki khawatir apabila Indonesia dikuasai paham Islam Wahabi, maka tradisi Ahlussunah wal jamaah (Aswaja) bakal hilang.
"Sebab bersama Kiai Ma'ruf Amin, tahlilan aman, mauludan aman, serta tradisi NU aman," ujar Marzuki dalam Harlah NU di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Senin (18/3). Dalam silahturahmi kader NU ini turut dihadiri cawapres 01 Ma'ruf Amin.
Marzuki mengatakan negara yang dipimpin ulama Aswaja bakal aman dan nyaman. Menurut dia, saat ini mulai masuk paham yang berusaha merongrong keutuhan NKRI oleh kelompok radikal. Bahkan, kata Marzuki, kelompok ini ada di belakang pasangan calon lain.
"Saat ini, masa depan negara ada ditangan NU. Indonesia sedang dirongrong oleh kelompok radikal dan Wahabi. Mereka sudah masuk ke pasangan yang lain," ujarnya.
Karena alasan demikian, Marzuki meminta warga NU untuk total memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Sebab, menurut dia tradisi NU terancam hilang.
"Maka warga NU mari berjuang memenangkan Kiai Ma'ruf. Jika tidak, dikhawatirkan akan tradisi NU akan hilang di negara ini. Saya secara pribadi ingin katakan pada tanggal 17 April pilih Jokowi dan KH. Maruf Amin," tegasnya.
Cawapres 01 Ma'ruf Amin melakukan safari ke Jawa Timur. Bersama sang istri, Wury Estu Handayani, Ma'ruf mengawali safari ke kabupaten Gresik dalam acara Harlah NU.
Turut hadir di lokasi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Lembaga Dakwah PBNU Manarul Hidayat, sampai politikus PKB Jazilul Fawaid. Ribuan warga NU mendoakan Ma'ruf dan sepakat mendukung pencalonannya bersama Jokowi dalam Pilpres 2019.