Direktur Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said melihat gelagat antusiasme warga Jawa Tengah menyambut perubahan di Pilpres 2019. Oleh sebab itu, Prabowo-Sandiaga gencar mendirikan posko di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Sudirman mengaku rajin keliling menemui masyarakat di Jawa Tengah. Dari pengalaman itu, dia melihat antusias warga kepada kubunya lebih besar ketimbang Pilgub Jateng 2018 lalu.
"Sejak Pilgub Jateng selesai sampai sekarang saya terus keliling Jawa Tengah. Gairah masyarakat menyongsong perubahan tidak pernah surut. Malahan dibanding pada waktu Pilgub, suasana menghendaki perubahan kepemimpinan nasional sekarang lebih terasa. Rakyat jauh lebih rapi mengorganisir dirinya," jelas Sudirman kepada wartawan, Rabu (2/1).
Sudirman menilai, peremian posko perjuangan di berbagai titik, di seluruh Jateng membuat rakyat makin semangat. Termasuk di Solo. Dirinya dan Cawapres Sandiaga baru saja meresmikan posko tak jauh dari kampung halaman Jokowi.
"Insya Allah masyarakat Solo Raya juga sangat antusias menyongsong perubahan kepemimpinan nasional," kata Sudirman yang juga mantan Cagub Jateng 2018 itu.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengaku mengamati pergerakan posko-posko Prabowo-Sandi di Jawa Tengah. Menurut dia, sejumlah posko yang telah didirikan kubu oposisi itu masih sepi.
"Yang saya amati, posko-posko yang sudah mereka buat masih sepi," kata Hendrawan kepada merdeka.com, Rabu (2/1).
Hendrawan kembali maju di Pemilu 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) X meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kota Pekalongan.
Dia menyambut baik keinginan Prabowo-Sandi gempur wilayah basis massa terbesar PDIP itu. Namun dia yakin, rakyat tak mudah tertipu dengan janji manis yang sulit untuk direalisasikan.
Hendrawan tak khawatir dengan beragam strategi kubu Prabowo untuk mengalahkan jagoannya Jokowi-Ma'ruf di Jateng.
"Rakyat Jateng sudah sangat paham dan memaklumi, siapa yang benar-benar konsisten berjuang untuk rakyat. Mereka tidak terbuai retorika dan janji-janji yang mustahil direalisasikan," tegas Hendrawan.