Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dan Capres Prabowo Subianto menampik mendapat keuntungan politik dalam acara reuni akbar 212 yang bakal digelar pada Desember nanti. Menurut Sandiaga, acara tersebut milik semua pihak termasuk pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin.
"Saya melihat tentunya reuni 212 ini adalah bagian dari pada kegiatan silaturahim yang sudah digelar, ini yang kedua kalau tidak salah, saya melihat muatan politik yang besar di sini dan untuk anggapan menguntungkan salah satu pasangan calon enggak juga," kata Sandiaga di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I Nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).
"Karena 212 itu setahu kami mengundang semua pihak, baik dari pihak Presiden Jokowi, Kiai Ma'ruf dan juga kami," sambungnya.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ingin reuni 212 bisa berjalan damai dan lancar. Serta tidak dimanfaatkan sebagai ajang politik semata.
"Kita ingin ini adalah event yang mempersatukan semua dan mengedepankan toleransi dan kerukunan umat beragama dan memastikan bahwa Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 yang menjadi pedoman, yang ini Pak Prabowo dan saya yakin ini bahwa jangan ini dijadikan sebuah ajang politik, apalagi bisa memecah belah bangsa," ujar Sandiaga.
Dia belum memastikan apakah hadir dalam acara tersebut. Dia masih menunggu jadwal yang disusun timses. Sandi tak ingin sia-siakan momen kampanye.
"Kalau saya weekend di Jakarta itu tim keberatan sekali karena sayang sekali waktu yang ada bisa digunakan untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Itu yang nanti kita harus putuskan sama bersama badan pemenangan," pungkasnya.