Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, pihaknya telah menerima data 25 juta pemilih ganda di daftar pemilih sementara dari partai koalisi bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Namun dia belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada data pemilih ganda tersebut.
"Kemarin sudah diserahkan. Tapi belum dicek. Hari ini jam 10 supaya enggak berdebat panjang, KPU, Bawaslu dan parpol mengecek bersama-sama," kata Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).
Arief belum memastikan lebih lanjut dimana 25 juta pemilih ganda itu tersebar. Namun, dia hanya menegaskan pihaknya masih tengah melakukan koordinasi untuk mengecek laporan tersebut.
"Jam 10 tadi sudah lakukan koordinasi untuk mengecek laporan 25 juta itu," ungkapnya.
KPU, lanjutnya, juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) serta peserta pemilu untuk mengawasi data pemilih ganda tersebut.
"Kita juga meminta dukcapil terlibat untuk berkoordinasi. Jadi KPU-Bawaslu dukcapil dan peserta pemilu," ucapnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi II, Herman Khaeron juga mengimbau KPU bisa segera menyelesaikan masalah ini. Tentunya dengan berkoordinasi dengan Bawaslu.
"Terkait polemik 25 juta tentu meminta pada KPU dan Bawaslu untuk memverifikasi, mengklarifikasi persoalan indikasi. Mungkin itu terjadi apakah besarannya 25 juta tentu menembus 10 hari ke depan. Kedua temuan Bawaslu juga akan diklarifikasi dari KPU," tandasnya.