Sejak Kamis (9/8) siang, drama politik terjadi dalam barisan Jokowi dalam memilih cawapres. Nama Mahfud MD sempat mencuat akan mendampingi Jokowi maju dalam Pilpres 2019.
Bahkan sempat beredar kabar pasangan Jokowi-Mahfud MD akan deklarasi pada sore hari. Namun, menjelang petang tiba-tiba konstelasi politik berubah. Nama Mahfud MD tersingkir. Setelah Jokowi rapat dengan pimpinan partai pendukung, nama Ma'ruf Amin secara mengejutkan yang dipilih sebagai cawapres.
Inilah cerita di balik nama Mahfud MD yang namanya sempat menguat menjelang detik-detik pengumuman capres-cawapres:
Advertisement
Mahfud beberapa jam sebelum pengumuman cawapres Jokowi, menceritakan bahwa dirinya akan ditunjuk menjadi bakal cawapres mendampingi Jokowi. Mahfud mempersiapkan diri setelah dikontak oleh Mensesneg Pratikno. Bahkan, dia diminta untuk mempersiapkan baju untuk pendaftaran, Jumat (10/8).
"Pak Pratikno, tadi malam memberitahu agar saya stand by, tadi dipanggil untuk menyerahkan CV oleh Pak Pramono Anung, sekaligus jahit baju untuk konvoi," kata Mahfud.
Advertisement
Bukan hanya sudah menyerahkan CV, Mahfud MD juga telah mengurus Surat Keterangan Tidak Pernah Sebagai Terpidana. Surat ini dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada Rabu (8/8) kemarin. Humas PN Sleman, Ali Sobirin mengatakan, Mahfud MD telah mengurus Surat Keterangan Tidak Pernah Sebagai Terpidana dan diambil di hari yang sama.
"Surat Keterangan Tidak Pernah Sebagai Terpidana yang dikeluarkan PN Sleman tersebut bernomor surat 1030/SK/HK/08/2018/PNSmn. Dikeluarkan atas nama Profesor Mahfud MD yang mengajukan permohonan. Surat dikeluarkan pada tanggal 8 Agustus 2018," ujar Ali kepada wartawan, Kamis (9/8).
Advertisement
Bukan sekadar mempersiapkan surat-surat, tapi Mahfud juga optimis NU akan mendukungnya sebagai cawapres Jokowi. Dukungan NU ini menjadi penting karena sebelumnya sempat terdengar kabar bahwa Mahfud bukanlah kader NU.
Menurut Mahfud, perbedaan dalam politik adalah hal biasa. Ia yakin pada akhirnya NU bakal mendukungnya.
"Saya kira kalau sudah begini akan bulat, sebelumnya kan biasa terjadi," kata Mahfud MD di kediamannya, Jakarta, Kamis (9/8).