Presiden Joko Widodo mengumpulkan para sekjen partai pendukungnya di Restoran Grand Garden, Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7) malam. Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, ada dua hal yang dibicarakan bersama Jokowi dalam pertemuan tersebut.
Arsul mengatakan, topik pertama yang dibahas adalah capaian pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di 4 tahun pemerintahannya. Jokowi ingin partai-partai pendukungnya memiliki pemahaman yang sama untuk merespons kritik dari pihak-pihak di luar pemerintahan.
"Hal yang pertama didiskusikan agar partai-partai koalisi punya pengetahuan dan pemahaman yang sama. Sehingga ketika yang di luar pemerintahan menyoroti atau mengkritisinya maka parpol punya bahan untuk ikut merespon. Seperti ketika SBY dan Prabowo bicara soal kemiskinan," kata Arsul saat dihubungi merdeka.com, Rabu (1/8).
Arsul menyebut hal kedua yang dibahas adalah persiapan partai-partai koalisi menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Dalam pertemuan itu, kata Arsul, para sekjen menyampaikan rencana kegiatan dalam rangka pemenangan Jokowi.
"Parpol-parpol koalisi menyampaikan rencana aksi kegiatan baik yang bersama-sama maupun sendiri-sendiri terkait dengan ikhtiar pemenangan Pak Jokowi," ungkapnya.
Untuk masalah cawapres, imbuh Arsul, 9 sekjen partai pendukung Jokowi juga sepakat akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya.
"Dan cawapresnya nanti yang sudah disepakati di antara parpol-parpol koalisi ini dalam pertemuan terpisah sebelumnya," tandas dia.
Diketahui, semua sekjen partai pendukung hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni, sekjen PKB Abdul Kadir Karding, sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, sekjen PPP Arsul Sani, sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich, sekjen Partai Hanura Herry Lontung Siregar, sekjen Perindo Ahmad Rofiq, dan sekjen PKPI Very Surya Indrawan.