Ini alasan PKS tak calonkan artis di Pileg 2019

Selain itu, partainya tidak sanggup untuk memenuhi operasional para artis yang lebih besar daripada kader. Karena, para artis harus meninggalkan profesinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ini alasan PKS tak calonkan artis di Pileg 2019
Kampanye PKS. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih tidak mengandalkan artis untuk didaftarkan sebagai calon legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Alasannya, mereka meragukan para artis bisa mengikuti pola kerja PKS yang militan ke pelosok daerah.

"Tidak semua artis yang bisa bertahan dengan turun ke lapangannya seperti kader PKS yang harus kerja keras luar biasa ekstra," katanya Kabid Humas DPP PKS, Ledia Hanifa Amalia saat dihubungi, Senin (23/7).

Selain itu, partainya tidak sanggup untuk memenuhi operasional para artis yang lebih besar daripada kader. Karena, para artis harus meninggalkan profesinya.

"Siap apa enggak kita juga belum tahu. Mereka kan juga harus berpikir sekarang nih tugasnya sebagai artis terus harus kampanye, ada yang hilang kan, ini kan harus dipikirin juga," terangnya.

Hanya saja, Ledia menilai sah-sah saja partai politik memajukan caleg dari kalangan artis. Namun, ia meminta para artis harus belajar banyak untuk menyadari bahwa politik adalah dunia yang berbeda karena berhubungan langsung dengan mengadvokasi kepentingan masyarakat.

"Jadi harus siap mental juga karena ini dunia yang berbeda, perlu kecepatan adaptasi," imbuhnya.

"Saya sih yakin sebelum mereka (artis) memutuskan untuk pencalegan, hal-hal itu sudah cukup dipikirkan, tapi belum terbayangkan," lanjutnya.

Sementara itu, disinggung mengenai hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menyebutkan bahwa PKS tidak akan lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold), Ledia menganggap sudah biasa.

Ia menghargai survei dari lembaga. Hanya, pengurus partai meyakini masih banyak faktor yang tidak dapat diukur oleh survei. Hasil itu pun jadi pelecut bagi PKS untuk bekerja lebih keras.

"Dulu, kita diprediksinya cuma 3,4 persen, alhamdulillah bisa dapat 7 persen. Mudah-mudahan kalau sekarang ada yang menyebutnya di bawah 4 persen dengan margin of error-nya katakanlah 2 persen, mudah-mudahan dari 4 persen jadi 12 persen," tuturnya.

Diketahui, hasil survei LIPI menyebutkan, dengan elektabilitas yang hanya 3,7 persen, PKS terancam tak akan lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2019. Elektabilitas PKS tersebut masih di bawah ambang batas yang ditetapkan, yakni 4 persen.

Rekomendasi