Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar workshop Nasional DPRD Fraksi PPP se-Indonesia dan Rapat Koordinasi Nasional Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) di Hotel Mercure, Ancol, 13-15 Mei mendatang. Acara itu rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"PPP akan menggelar workshop yang akan kita laksanakan pada hari Minggu tanggal 13 Mei pukul 13.00 WIB. InsyaAllah akan dibuka Presiden Joko Widodo. Dan konfirmasi beliau sudah siap hadir," kata Wasekjen PPP, Achmad Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/5).
Anggota Komisi II DPR ini menjelaskan kehadiran Jokowi diharapkan bisa menjadi arahan bagi para bakal calon legislatif dari PPP. Dalam acara ini PPP akan memberi pembekalan pada bakal calon legislatifnya jelang Pemilu 2019.
"Untuk dapat gambaran dari pemerintah ini, apa capaian atau kebijakan yang sudah dicapai pemerintah. Khususnya program yang bersentuhan di masyarakat. Melalui anggota kami 1200 DPRD itu diharapkan sosialisasi kebijakan pemerintah bisa segera tersampaikan ke masyarakat," ungkapnya.
Selain Jokowi, PPP juga berencana mengundang para menteri. Mulai dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
"Menteri yang sudah konfirmasi hadir, pertama Mendagri Tjahjo Kumolo memberikan materi bidang pemerintahan, penguatan DPRD dalam demokrasi, menteri keuangan, akan bicara soal transfer daerah dan kondisi dolar 14.000 dampaknya ke daerah seperti apa," ungkapnya.
"Hadir juga nanti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tentu dengan ranah sosial keagamaan. Misalkan, menguatnya radikalisme di Indonesia," lanjutnya.
Agenda ini, kata dia, merupakan syarat bagi pada anggota DPRD yang ingin maju kembali sebagai Caleg di Pemilu 2019. Rakornas dan workshop ini menjadi tahap awal untuk bakal caleg PPP.
"Kegiatan ini menjadi syarat bagi anggota DPRD PPP untuk dicalonkan kembali dalam pemilu berikutnya. Kalau enggak datang berarti sudah tidak mau atau tidak bersedia jadi caleg PPP," tutupnya.