Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyindir sikap Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang kerap mengkritik pemerintah. Sindiran itu disampaikan ketika dia mengenang perjalanan karir sewaktu menjadi anggota DPR RI.
Tjahjo mengatakan, menjadi DPR merupakan jabatan dan pekerjaan paling nikmat di dunia. Alasannya karena mendapatkan gaji besar dan bebas mengkritik pemerintah.
"Saya 1986 terpeleset jadi anggota DPR RI. Selama 6 periode duduk sebagai DPR RI. Mau teriak-teriak, mau kritik bebas. Itu namanya oposisi," katanya di Jakarta, Kamis (26/4).
Politisi PDIP ini mencontohkan seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Pasalnya kedua pimpinan DPR itu kerap mengkritik setiap kebijakan dari pemerintah.
"Kaya Fadli Zon mau ngomong apa aja silakan. Yang benar, salah," ujarnya.
Bahkan, Tjahjo menyindir Fadli Zon kala membuat survei antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Menurutnya, hasil dari survei tersebut belum tentu benar adanya, ada kemungkinan terbalik.
"Fadli Zon bikin polling sendiri. Kalau Pilpres hari ini, Pak Prabowo 72 persen dan Pak Jokowi 28 persen. Mungkin dia balik. Ya tidak ada masalah, wong dia polling sendiri," tegasnya.
Mantan Sekjen PDIP ini menilai, hal itu sesuatu yang biasa di dalam proses demokrasi. Hanya saja, dia berpesan kepada siapapun agar memperhatikan etika ketika ingin mengkritik kebijakan pemerintah.
"Mengkritik harus yang benar jangan menghujat, memfitnah, jangan menghina. Fadli zon sama Fahri mengkritik setiap hari. Silakan emang tugas dia oposisi. Tapi jangan memfitnah jangan menghina jangan menghujat. Ada etika-etika nya ketatanegaraan yang baik," tutupnya.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com