PKS menginisiasi hastag #2019gantipresiden. Hastag ini kabarnya akan di kampanyekan lewat kaus.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin menilai hal itu wajar sebagai sebuah dinamika di negara demokrasi.
"Itu biasa, demokrasi," ujarnya di Jalan Tebet Barat VIII, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/4).
Menurutnya, kaus tersebut tidak melanggar demokrasi. Justru bentuk ekspresi yang wajar dari masyarakat. Terpenting, lanjutnya, tak ada yang melanggar aturan sehingga berpotensi mencederai iklim demokrasi yang telah berjalan baik di Indonesia.
"Terpenting demokrasi jangan melanggar aturan saja. Kalau melanggar aturan ya sudah (diproses)," ujarnya.
Beberapa hari lalu, Presiden Jokowi menyindir pihak yang ingin ganti presiden lewat kaos. "Sekarang isu kaus ganti presiden 2019. Masa dengan kaus bisa ganti presiden?" kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan hanya dua hal yang bisa mendorong pergantian Presiden. Yakni rakyat dan kehendak Tuhan. Kaos, kata dia, tidak bisa mendorong pergantian Presiden.