Ketua Umum PPP Romahurmuziy menghadiri doa dan dzikir Manaqib di pondok pesantren Al Qodiri, Jember, Jawa Timur, Kamis (5/4). Hadir pula, Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan juga calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Pantauan merdeka.com, Romahurmuziy atau akrab disapa Romi dan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, serta Khofifah, mulanya bertemu di kediaman kiai Ahmad Muzakki Syah. Romi dan AHY terlihat kompak menaikan kendaraan yang sama menuju tempat dzikir. Diikuti mobil yang membawa Khofifah di belakang. Saat berada di lokasi, Romi dan AHY duduk dipisahkan oleh sang kiai.
Dalam pidatonya, Romi menyinggung tentang puisi kontroversial Sukmawati Soekarnoputri. Dia menyayangkan puisi itu keluar dalam tahun politik, karena ditakutkan malah bikin suasana makin panas. Meski begitu, Romi mengapresiasi Sukmawati yang telah meminta maaf dan mengajak para jemaah Manaqib ikut memaafkan.
"Jangan ditambah panas dengan pernyataan yang tidak perlu," ucapnya.
Terkait itu pula, Romi mengingatkan, jangan sampai politik memecah belah persatuan di Jatim. Menurutnya, memilih adalah hak asasi. Namun, jangan sampai pemilihan lima tahunan itu membuat rusak silahturahmi. Apalagi saat ini di Jawa Timur tengah berkontestasi pemilihan calon gubernur.
"Jangan sampai memisahkan kita, ulama dengan susah menyatukan kita," kata dia.
Hal mirip pun diutarakan oleh AHY. Dia mengajak para umat muslim untuk menghargai perbedaan dan tidak membedakan mayoritas dan minoritas.
"Jika umat Islam jadi contoh dan menghadirkan sebuah kedamaian yang hakiki dimana kita tentu menghargai perbedaan. Kita melindungi kaum minoritas dan tidak menomorduakan kaum minoritas," kata AHY.
Kiai Muzakki dalam kesempatan ini turut mendoakan Khofifah agar menjadi gubernur Jawa Timur. Ramai-ramai, para jemaah pun mengamini doa dan harapan tersebut.