Tak tertarik dukung Jokowi, Demokrat lebih suka buat poros ketiga

Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nasidik mengatakan partainya tidak tertarik bergabung ke koalisi partai pendukung Joko Widodo. Alasannya karena Jokowi tidak mewakili kepentingan bangsa, khususnya kalangan muda.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Tak tertarik dukung Jokowi, Demokrat lebih suka buat poros ketiga
Deklarasi Cagub-Cawagub Partai Demokrat. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nasidik mengatakan partainya tidak tertarik bergabung ke koalisi partai pendukung Joko Widodo. Alasannya karena Jokowi tidak mewakili kepentingan bangsa, khususnya kalangan muda.

"Menurut saya bergabung dengan koalisi Jokowi tidak menarik," kata Rachlan saat dihubungi, Jumat (9/3).

Rachlan menuturkan, Demokrat lebih suka membuat poros ketiga ketimbang bergabung ke kubu Jokowi atau Prabowo Subianto. Demokrat telah melakukan penjajakan poros ketiga bersama PKB dan PAN.

"Saya lebih suka pilihan poros ketiga. Itu lebih mewakili hasrat kita pada keadilan," tegasnya.

Lebih lanjut, dia menyebut ada skenario yang dibangun oleh partai koalisi Jokowi untuk menjadikan mantan Gubernur DKI Jakarta menjadi calon tunggal di Pilpres 2019.

Demokrat menyatakan akan menentang lahirnya calon tunggal. Menurutnya, calon tunggal adalah skenario paling buruk dari ajang Pemilu.

"Yang sistematik di situ adalah upaya eksklusif, agar lawan tanding Pak Jokowi dikurangi maksimal," tandasnya.

Rekomendasi