Golkar sebut Airlangga tak direshuffle karena dukungan politik yang kuat

Golkar sebut Airlangga tak direshuffle karena dukungan politik yang kuat. Wasekjen Partai Golkar Sarmuji menilai Jokowi memiliki pertimbangan sendiri tetap mempertahankan Airlangga. Sebab, Menurut Sarmuji, sulit mencari sosok menteri yang punya kapasitas dan dukungan politik yang kuat seperti Airlangga.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Golkar sebut Airlangga tak direshuffle karena dukungan politik yang kuat
airlangga hartarto. ©blogspot.com

Presiden Joko Widodo merombak beberapa pos menteri, seperti jabatan Menteri Sosial dari Khofifah Indar Parawansa ke Idrus Marham hingga Kepala Staf Kepresidenan dari Teten Masduki kepada Moeldoko. Namun, Jokowi tidak mengganti Airlangga Hartarto dari kursi Menteri Perindustrian meski merangkap sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Wasekjen Partai Golkar Sarmuji menilai Jokowi memiliki pertimbangan sendiri tetap mempertahankan Airlangga. Sebab, Menurut Sarmuji, sulit mencari sosok menteri yang punya kapasitas dan dukungan politik yang kuat seperti Airlangga.

"Karena mencari menteri dengan kapasitas yang baik dengan dukungan politik yang memadai, memiliki kemampuan teknis, teknokaratis seperti Pak Airlangga itu juga tidak gampang," kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/1).

Sarmuji menilai keputusan Jokowi mempertahankan Airlangga sebagai Menperin tidak melanggar kebijakan soal larangan rangkap menteri dan ketum partai. Hal ini karena Jokowi bertanggungjawab untuk menjalankan pemerintahan dengan baik.

"Apakah bisa menghasilkan kinerja yang baik atau tidak. Sepanjang itu berarti peningkatan kinerja Pak Jokowi, terjaganya kemampuan pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya menurut saya tidak ada masalah," tandasnya.

Desakan agar Airlangga mundur dari jabatan Menteri Perindustrian muncul sejak terpilih menjadi Ketum Golkar dalam Munaslub beberapa waktu lalu.

Rekomendasi