Pilkada Jawa Barat 2018, jadi palagan kedua bagi Deddy Mizwar. Kali ini dia maju menjadi calon gubernur berpasangan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
Saat 2013, Demiz menyebut Pilkada Jabar adalah perang bintang. Saat itu ada Dede Yusuf dan Rieke Dyah Pitaloka. Demiz menang berpasangan dengan Ahmad Heryawan.
"2018 ini perang jenderal. Ada Jenderal Sudrajat, Jenderal TB Hasanuddin, Jenderal Anton Charliyan dan Jenderal Naga Bonar," kata Demiz saat berorasi di Sasana Budaya dan Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/1).
Menurut Demiz, Pilkada Jabar sangat tragis dengan jumlah penduduk terbesar mencapai 47 jiwa, dua kali penduduk Benua Australia. Dia pun mengutip Budayawan Belanda M.A.W. Brouwer yang mengatakan, 'Tuhan sedang tersenyum saat menciptakan Tanah Pasundan.'
"Karena itu Jawa Barat menjadi seksi. Pilkada Jabar dengan penduduk besar terbesar di seluruh provinsi butuh kematangan dan kedewasaan kembangkan demokrasi," tuturnya.
Demiz mengatakan kekuasaan bukanlah tujuan. Menurutnya, kekuasaan adalah sarana untuk mencapai tujuan mengangkat harkat dan derajat bangsa serta sarana ibadah kepada Yang Kuasa.
"Mari kita jadikan Pilkada Jabar menyenangkan bukan menakutkan, menyatukan bukan menceraikan. Mari saling memuliakan bukan menghinakan," tandasnya.