Menjawab kabar Dedi Mulyadi dan Anton Charliyan di Pilgub Jabar

Menjawab kabar Dedi Mulyadi dan Anton Charliyan di Pilgub Jabar. PDIP berencana umumkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada 4 Januari 2018 mendatang. Sejumlah kabar menyebutkan, PDIP akan mengusung Dedi Mulyadi - Anton Charliyan di Pilgub Jabar.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Menjawab kabar Dedi Mulyadi dan Anton Charliyan di Pilgub Jabar
Bupati Dedi Mulyadi. ©2017 Merdeka.com

PDIP berencana umumkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada 4 Januari 2018 mendatang. Sejumlah kabar menyebutkan, PDIP akan mengusung Dedi Mulyadi - Anton Charliyan di Pilgub Jabar.

Dedi dan Anton memang tengah dipertimbangkan oleh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. Keduanya telah mengikuti proses penjaringan dan curah gagasan yang dihelat oleh PDIP beberapa waktu lalu.

Kabar Dedi-Anton ini dikuatkan dengan keyakinan Anton akan mendapatkan rekomendasi dari PDIP. Anton mengaku dapat bisikan yang menyebutkan dirinya telah dapat restu dari Megawati untuk maju Pilgub Jabar.

"Saya kemungkinan besar, kalau rekomendasi memang belum, tapi Insya Allah kita dapat rekomendasi," kata Anton saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/12).

Saat dikonfirmasi tentang kabar akan diduetkan dengan Dedi Mulyadi, Anton enggan berpolemik. Dia hanya menegaskan, siapapun pasangannya harus siap.

"Ya ada juga bisik-bisik itu, tapi soal calon gubernur atau wakil gubernur itu urusan partai," kata Anton.

Sementara Dedi Mulyadi juga mengungkapkan hal serupa. Bupati Purwakarta itu ogah menduga-duga dirinya dapat rekomendasi dari PDIP dengan diduetkan oleh Anton Charliyan yang mantan Kapolda Jabar tersebut.

"Ya kita belum tau kan belum ada surat resmi," ujarnya.

Lagi pula, saat ini Dedi juga masih menunggu keputusan dari DPP Partai Golkar terkait dengan pengusungannya. Mengingat Golkar baru saja menarik dukungannya dari Ridwan Kamil yang telah lebih dulu diusung.

"Saya pikir kita sabar dulu sampai pada minggu keempat desember. Karena sekarang ini orang saling liat ini kemana ke sini belum ada yang jelas," ungkap Dedi.

Indikasi berikutnya, PDIP tengah membuka peluang untuk berkoalisi dengan Golkar pasca partai pimpinan Airlangga Hartarto itu mencabut dukungan dari Ridwan Kamil. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto diutus bersama Utut Adianto untuk menemui Airlangga membahas penjajakan koalisi tersebut.

Tetapi, Hasto enggan merinci siapa saja yang akan diusung dalam pertarungan Pilgub Jawa Barat jika koalisi dengan Golkar. Hasto mengatakan, terdapat proses politik yang akan ditempuh. Dia juga mejelaskan sampai saat ini partainya memiliki banyak kandidat salah satunya yaitu Anton Charliyan.

"Pak Anton kami lihat track recordnya cukup positif, tapi saat bersamaan kami melihat sosok lain seperti Abdy Yuhana (Sekretaris DPD Golkar Jabar) itu juga memiliki catatan yang positif dalam membangun partai," ungkap Hasto.

Peluang mendukung Dedi Mulyadi dan Anton Charliyan juga diamini oleh Golkar. Ketua harian Golkar Nurdin Halid membuka peluang mengusung itu. Tapi lagi-lagi, Nurdin menegaskan, segala kemungkinan masih bisa terjadi.

"Bisa bisa, bisa Dedi dengan Anton, bisa Dedi-Deddy, nanti kita lihat simulasinya. Nanti akan dibahas, opsinya tergantung. Berbagai opsi keputusannya hanya satu," kata Nurdin di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (21/12).

Nurdin mengaku telah menugaskan tim lobi untuk melakukan penjajakan koalisi dengan partai lain selain PDIP. Sebab, Golkar sadar tidak bisa mengusung jagoan sendiri karena tak memiliki cukup kursi di DPRD Jawa Barat.

"Komunikasi ada, nanti kita dapat informasi baik dari DPD Jabar maupun tim lobi, yang kita tugaskan dalam lobi-lobi politik dengan partai lain. Hari ini ada keputusan," terangnya.

Rekomendasi