Tanpa kehadiran Ketua Umum Setya Novanto, Partai Golkar resmi memberikan 'tiket' pada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Trenggalek Emil Dardak untuk bertarung sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Surat keputusan (SK) dan rekomendasi itu ditandatangani Idrus Marham yang baru satu hari menjabat Plt Ketua Umum Partai Golkar.
"Ini tanda tangan pertama saya sebagai Plt Ketua Umum," kata Idrus ketika memberikan SK kepada Khofifah dan Emil di Kantor DPP Partai Golkar, Anggrek Nelly, Jakarta Barat, Rabu (22/11).
Idrus menjelaskan keputusan mendukung Khofifah dan Emil bukan keputusan yang tergesa-gesa. Keputusan tersebut sudah lama. "Sebelumnya sudah diputuskan saya tinggal tanggal tangan," tambah Idrus.
Idrus juga menegaskan keputusan tersebut bukan dari perorangan ataupun dari Setya Novanto yang sudah berada di tahanan KPK sejak Minggu (19/11). "Siapapun pimpinannya dan kami pastikan itu tak akan berubah. Yang belum tentu akan dibicarakan sesuai mekanisme yang ada," ungkap Idrus.
Partai Golkar memiliki satu tim yang diberi nama Pilkada Pusat. Oleh karena itu prosesnya dikonsultasikan bersama-sama. "Ini diputuskan bersama-sama sebelumnya (jadi plt)," ungkap Idrus.