Proses pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2019 berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga 16 Oktober. Sejumlah partai termasuk partai yang akan pertama kali ikut pemilu menetapkan target lolos verifikasi faktual. Salah satu yang menjadi jualan mereka adalah akan mengusung Jokowi sebagai calon presiden di pilpres 2019 yang akan berlangsung serentak dengan pemilu legislatif.Berikut beberapa partai yang menyatakan mendukung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019:1. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
PSI daftar ke KPU ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menegaskan sikap politiknya mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk bertarung di pemilihan presiden 2019. Hal itu disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie usai mendaftarkan partainya sebagai calon peserta pemilihan umum 2019 ke KPU."Untuk pemilu 2019 kami sudah menyatakan dukungan ya ke Pak Jokowi untuk melaksanakan kerjanya 1 periode lagi," ucap Grace di KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).Grace melanjutkan, partainya hanya bisa memberi dukungan, belum bisa menjadi pengusung calon presiden sendiri. Sebab, partai besutannya terganjal persyaratan Presidential Threshold 20 persen. PSI memasang target mencapai 20 persen suara nasional pada Pemilu 2019."Target kami di 2019 karena UU no 7 tahun 2017 pemilu mengesahkan ada presidential treshold 20 persen, karena itu kami memasang target 20 persen untuk bisa mengusung capres sendiri dari PSI," tuturnya.2. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
Partai Nasdem daftar peserta pemilu ke KPU ©2017 Merdeka.com/ahda bayhaqi
Partai Nasdem menjadi parpol kelima yang mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2019 ke Komisi Pemilihan Umum. Ada dua target yang dicanangkan Nasdem dalam pemilu nanti, salah satunya kembali memenangkan Jokowi sebagai presiden."Kami DPP Nasdem beserta seluruh pengurus tingkat wilayah secara resmi melakukan pendaftaran secara serentak ke KPU. Ini untuk demokrasi Indonesia," ujar Sekjen Nasdem Johnny G. Plate di kantor KPU, Jakarta, Jumat (13/10).Johnny mengatakan Nasdem memiliki dua target utama dalam Pemilu 2019, yakni memperoleh dua digit perolehan suara 2019, serta memenangkan pilpres dengan mendukung Jokowi sebagai capres Nasdem. "Kami ingin memperoleh dua digit perolehan suara 2019 dan memenangkan Pak Jokowi," ujar dia.3. Partai Republik
Advertisement
Pengurus Partai Republik daftar ke KPU ©2017 Merdeka.com/Hari Ariyanti
Partai Republik yang baru mendaftar ke KPU RI pada Sabtu (14/10) berkomitmen mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dua periode. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) Suharno Prawiro.Suharno mengatakan Partai Republik saat ini diurus dan dikelola oleh eks Relawan Jokowi yang ikut berkontribusi dalam kemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI Jakarta kemudian berlanjut pada Pilpres 2014 lalu. Karena itulah garis politik partainya ialah mengawal program Nawacita dan pemerintahan Jokowi-JK. "Serta mendukung dan mencalonkan kembali Bapak Joko Widodo sebagai presiden yang kedua kalinya untuk masa bakti 2019-2024," jelasnya.Partai Republik menargetkan bisa mendudukkan perwakilannya di parlemen dan perolehan suaranya jika lolos sebagai peserta Pemilu 2019 ditargetkan bisa melampaui ambang batas parlemen. Targetnya satu dapil satu perwakilan.4. Partai Indonesia Kerja (PIKA)
Partai Indonesia Kerja daftar KPU ©2017 Merdeka.com/Hari Ariyanti
Kelompok masyarakat yang mengaku sebagai bagian dari golongan putih (golput) di pemilu-pemilu sebelumnya, mendirikan Partai Indonesia Kerja atau PIKA. Senin (16/10) malam, perwakilan pengurus PIKA mendaftarkan partainya ke KPU sebagai peserta Pemilu 2019.Ketua Umum PIKA, Adi Utomo menuturkan, partainya berbasis gotong royong yang dibangun para eks masyarakat golput dan kaum milenial. "Sebagian besar pengurus PIKA utamanya kawan-kawan yang dulu di Pemilu sebelumnya tidak pernah turut serta dalam proses Pemilu," ungkapnya.Adi Utomo menceritakan, beralihnya pilihan politik mereka dari sebelumnya golput menjadi terlibat aktif terinspirasi sosok Presiden Joko Widodo. "Hadirnya Jokowi yang membuka mata dan hati mereka bahwa berperan di bidang politik bisa jadi kebaikan dan berkah bagi bangsa kita," jelasnya.Karena itu partainya juga memutuskan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. PIKA dideklarasikan pada 1 Juni 2016. Logo PIKA yang mirip kotak segi empat itu kata Adi Utomo bermakna empat penjuru mata angin di mana pembangunan bisa dimulai dari keempat penjuru itu demi memajukan bangsa Indonesia.5. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
PKPI mendaftar di KPU ©2017 Merdeka.com/Hari Ariyanti
Senin (16/10) pengurus PKPI mendaftar dipimpin Sekjen Imam Anshori Saleh. Pada Pemilu 2019 nanti, PKPI berkomitmen mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden (capres). "Di 2019 PKPI telah mendeklarasikan calon tunggal kami Pak Joko Widodo. Kami mengajak rakyat Indonesia memilih Pak Jokowi dan memilih PKPI," jelas Imam Anshori Saleh kepada wartawan usai mendaftar.Keputusan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 karena ia menilai kebijakan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Termasuk juga berbagai kebijakan pembangunan di wilayah perbatasan."Kebijakan lain seperti tol laut juga dan ini bagian keberhasilan Jokowi. Dan PKPI bertekad melanjutkan dan memilih Jokowi," terangnya.Dalam Pemilu nanti, PKPI juga menargetkan masuk lima besar dan bisa melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold). "Karena tanpa ada wakil di DPR RI kami tidak bisa ikut serta dalam arah pembangunan negara ini," ujarnya.
Advertisement