Partai Golkar hampir pasti mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk bertarung sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018. Dedi Mulyadi akan tancap gas untuk bisa terus melakukan konsolidasi sampai akar rumput Golkar.
"Langkah selanjutnya, secara internal kami konsolidasi partai. Apalagi Golkar memiliki jaringan infrastruktur yang memadai sampai tingkat desa. Mereka akan melakukan konsolidasi dan kemenangan dalam pilgub 2018," kata Dedi saat dihubungi wartawan, Rabu (2/8).
Selain internal partai, Dedi juga mengaku akan melanjutkan komunikasi dengan partai politik lain. Sebab, Golkar hanya memiliki 17 kursi dan otomatis tidak bisa mengusung calon sendiri. Partai berlambang pohon beringin ini harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat 20 kursi.
Penjajakan koalisi diyakini tidak begitu sulit. Sebab selama ini pihaknya sudah menjalin komunikasi yang baik dengan Partai Hanura, PAN, Gerindra hingga Perindo. Agenda komunikasi yang nantinya dilakukan pun dalam rangka mencari pendampingnya.
"Komunikasi dengan partai lain berjalan dengan baik. Waktu itu komunikasi silaturahim biasa. Sekarang intensitasnya atau arah dan kebijakannya lebih ke koalisi," terangnya.
Wakil Ketua DPD Golkar M.Q Iswara menjelaskan alasan pemilihan Dedi didasarkan pada elektabilitasnya yang tinggi dan terus naik, kapasitas pengalaman memimpin daerah serta gaya kepemimpinan yang merakyat. Saat ini, konsentrasi yang akan dilakukan adalah menggenapkan syarat 20 persen.
"Yang pasti partai yang sudah berkomunikasi, Hanura PAN, Gerindra dan Perindo. Tidak menutup kemungkinan dengan partai lain," singkatnya.