Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan informasi demontrasi 2 Desember akan disusupi agenda makar oleh kelompok tertentu. Informasi yang disampaikan Tito pun menuai reaksi dari sejumlah elite parpol.Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan rencana makar yang disampaikan Tito terlalu jauh dan terlalu sulit dilakukan. Apalagi, para pembantu presiden seperti Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak pernah mendapat informasi praktik makar itu."Jadi sekali lagi, makar itu sangat mencederai demokrasi kita, dan biasanya makar itu dilakukan dengan senjata dan sebagainya. Sementara, senjata ini uangnya rakyat, kalau uangnya rakyat ya tidak menghendaki itu. Jadi saya kok melihat terlalu jauh. Apalagi statement, pembantu presiden saling berbeda, Wakapolri, Menhan itu berbeda," kata Syarief di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11).Oleh sebab itu, Syarief menyarankan agar masyarakat tidak terlalu membesar-besarkan isu makar itu. Dia mengimbau semua pihak tetap tenang agar tidak menimbulkan kegaduhan."Sebenarnya isu makar ini tidak perlu terlalu dilebihkan, bahkan mengakibatkan rakyat tidak tenang. Sementara kalau tidak tenang, tidak bisa melakukan kegiatan sehari hari. Lebih bagus kita memikirkan bangsa ini ke depan," tegas dia.
Waketum Demokrat sebut jangan lebay soal isu makar demo 2 Desember
Rencana makar yang disampaikan Tito terlalu jauh dan terlalu sulit dilakukan. Apalagi, para pembantu presiden seperti Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak pernah mendapat informasi praktik makar itu.
Advertisement
Rekomendasi