Politisi Golkar dorong sistem proporsional tertutup dalam RUU Pemilu

"Golkar berpendapat masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan dan membutuhkan prasyarat agar bisa diterapkan dengan baik," jelasnya.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Politisi Golkar dorong sistem proporsional tertutup dalam RUU Pemilu
Wasekjen Partai Golkar Hetifah Sjaifudian. ©2016 Merdeka.com/rizky erzi andwika

DPR telah menerima draf Revisi UU Pemilu yang diserahkan pemerintah. Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar, Hetifah mengatakan, partainya telah menyiapkan pandangan terkait draf Revisi UU Pemilu sistem pemilu proporsional terbuka terbatas."Kami sudah menyusun pandangan Partai Golkar terhadap isu strategis RUU penyelenggaraan pemilu yang disusun oleh tim kajian dan penyusunan RUU bidang politik Partai Golkar. Namun, belum berupa DIM Resmi," kata Hetifah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (25/10).Dia menambahkan, pembahasan terkait sistem pemilu ini akan berjalan alot. Sebabnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sistem tersebut bisa diterapkan dengan baik."Golkar berpendapat masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan dan membutuhkan prasyarat agar bisa diterapkan dengan baik," jelasnya.Hetifah mengaku Partai Golkar memilih sistem proporsional tertutup. Hanya saja, klaim dia, partainya siap menjalani proses deliberatif untuk melakukan kajian perihal sistem pemilu mendatang."Siap mendengar berbagai argumen dari setiap opsi yang ada dan memilih sistem yang terbaik," ucapnya."Pertimbangan utama adalah kami ingin meningkatkan kualitas calon dan mereka yang terpilih. Jangan lagi faktor keterpilihan didominasi oleh modal dan popularitas semata," pungkas Hatifah.

Rekomendasi