Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) mendesak pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar proaktif membantu penanganan masalah penangkapan 2 mahasiswa Indonesia,yang dituduh otoritas Turki terlibat dengan jaringan Fethullah Gulen. Akom menilai, masalah ini mesti secepatnya diselesaikan agar kedua mahasiswa itu bisa segera dibebaskan dan melanjutkan proses belajarnya di negara tersebut."Saya berharap, Kemenlu bisa proaktif mengatasi masalah yang dihadapi oleh dua mahasiswi kita di Turki. Mereka sekarang memerlukan campur tangan negara atas masalah yang dihadapinya, agar mereka bisa seperti sedia kala, belajar dengan baik," ujar Akom di Gedung DPR RI Senayan, Jumat (19/8).Akom yakin jika para mahasiswa Indonesia yang sedang berada di luar negeri tujuannya murni hanya untuk mengejar pendidikan mereka. Tuduhan keterlibatan para mahasiswa Indonesia oleh otoritas Turki itu, diyakini Akom sebagai sebuah ketidaksengajaan, karena berbagai kegiatan pendidikan yang mereka jalani di negara dengan intensitas gejolak politik yang tinggi tersebut."Semua mahasiswi dan mahasiswa di luar negeri tugasnya untuk belajar. Saya yakini mereka tidak mengetahui dengan baik apa yang menimpa mereka sebelumnya. Apakah itu di asrama 'dipengaruhi oleh Gulen' sang tokoh Turki yang diduga sebagai dalang dari kudeta, beberapa waktu yang lalu," ujar Akom."Yang pasti, negara harus beri perlindungan serta proaktif agar dapat keluar dari masalahnya. Dengan diplomasi Kemenlu, saya rasa hal ini bisa diselesaikan dengan baik," pungkasnya.Diketahui, Kementerian Luar Negeri RI mengaku pihaknya mendapat informasi, perihal penangkapan 2 orang mahasiswi Indonesia oleh aparat keamanan Turki. Keduanya diamankan, karena diduga terkait dengan jaringan Fethullah Gulen, yang dituduh sebagai otak dari kudeta militer pada pertengahan Juli lalu.
Ketua DPR minta pemerintah proaktif urus WNI ditangkap di Turki
Akom yakin jika para mahasiswa Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tujuannya murni untuk belajar.
Rekomendasi