Yusril klaim bisa menang lawan Ahok jika hanya dua calon di Pilgub

Yusril menyebut elektabilitasnya tak kalah dengan Ahok. Apa buktinya?

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Yusril klaim bisa menang lawan Ahok jika hanya dua calon di Pilgub
Yusril di Mahkamah Konstitusi. ©2016 Merdeka.com

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra mengatakan, tidak pernah mundur dalam persaingan menjadi pemimpin Pemprov DKI Jakarta. Sebab dirinya masih melakukan sosialisasi untuk menunjukkan kepada partai politik bagaimana elektabilitasnya saat ini."Saya enggak ada persiapan apa-apa, saya sudah melakukan sosialisasi, tugas saya menunjukkan kepada partai-partai bahwa elektabilitas saya seperti ini, petahana seperti ini, silakan partai-partai memilih," katanya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (14/6).Dia mengungkapkan, telah memiliki 10 hasil survei terkait elektabilitas dirinya dengan Basuki Tjahaja Purnama. Di mana 10 lembaga survei ini terdiri atas dua lembaga disponsori oleh Yusril, dua lembaga survei yang dekat dengan Basuki atau akrab disapa Ahok (Cyrus Network dan Populi Center) dan sisanya lembaga survei independen."Jadi sekiranya ada 14 nama disampaikan kepada publik, siapa yang akan anda pilih jadi Gubernur DKI, ya Pak Ahok dapat 34 persen, saya dapat 29 persen," terangnya.Yusril menjelaskan, masih ada potensi menang bagi dirinya bilamana hanya ada dua pasangan calon yang bersaing dalam Pilkada 2017 mendatang. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kemungkinan 40 persen akan memilih Ahok, 35 persen memilih Yusril dan 25 persen masih belum menentukan pilihan"Jadi saya akan bilang partai ya ini hasil survei, silakan tentukan sikap, anda mau dukung siapa. Mau dukung petahana atau dukung penantang. Ini Pilkada masih lama loh, bulan Februari. Kalau sekarang perbedaannya 35 lawan 40 berarti bulan Desember bisa lewat. Jadi anda mau pilih siapa," tutupnya.

Rekomendasi