SBY kritik pemerintah, Agung Laksono bilang 'tidak ada maksud jelek

"Beliau memberi kritikan, tapi saya lihat masih obyektif," kata Agung.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
SBY kritik pemerintah, Agung Laksono bilang 'tidak ada maksud jelek
Agung Laksono. merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono angkat bicara soal 7 poin kritik dan masukan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Agung menilai beberapa kritikan yang diberikan SBY relatif objektif dan masih terkait dengan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah saat ini."Beliau memberi kritikan, tapi saya lihat masih obyektif. Ada soal stabilitas politik. Apa yang disampaikan oleh Pak SBY itu sebagai seorang senior, yang lebih punya pengalaman. Dan tidak ada maksud jelek, atau negatif," kata Agung dalam acara buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Cipinang Cempedak II, Jakarta Timur, Minggu (12/6).Kritikan itu diyakini Agung bukan bertujuan untuk menjatuhkan atau menjegal pemerintah. Dia berpandangan, kritikan itu adalah masukan yang membangun dari orang yang punya pengalaman dan pernah menjalankan roda pemerintahan."Saya yakin dan percaya, beliau punya maksud yang positif demi kepentingan bangsa dan negara. Tidak ada niat untuk menjegal. Untuk membantu," tandasnya.Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, kemarin menyampaikan 7 poin kritik dan masukan terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Poin-poin tersebut dari mulai permasalahan perekonomian, sosial, keamanan dan pertahanan hingga isu politik.Adapun 7 masukan dan kritik SBY kepada Jokowi - JK:

(1) Situasi perekonomian kita saat ini

(2) Kondisi kehidupan masyarakat dari aspek sosial dan ekonomi

(3) Wajah keadilan dan penegakan hukum kita

(4) Kedaulatan partai politik dan isu intervensi kekuasaan

(5) TNI & Polri dalam kehidupan bernegara dan pelaksanaan tugas pokoknya

(6) Isu tentang gerakan komunis di Indonesia dan potensi terjadinya konflik horisontal

(7) Peran pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan bangsa

Rekomendasi