Panitia Munaslub Golkar mewacanakan bagi setiap calon ketua umum Golkar untuk menyetor duit ke panitia sebesar Rp 20 miliar untuk menghindari politik uang. Menanggapi hal itu, bakal calon ketua umum Partai Golkar Mahyudin mengaku keberatan jika harus menyetorkan uang sebanyak itu."Kalau Rp 1 miliar wajar, itu uang partisipasi. Kalau Rp 20 miliar, saya sebagai caketum berat juga. Lapor LHKPN saja enggak sampai segitu," kata Mahyudin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/4).Mahyudin menilai, setiap calon ketua umum memang sebaiknya menyumbang dan berpartisipasi sebagai biaya penyelenggaraan. Tetapi, dia menegaskan, sumbangan yang diberikan tidak boleh terlalu besar bahkan mencapai Rp 20 miliar."Cari di mana nanti kita kena gratifikasi. Yang ada kader Golkar ditangkapin KPK semua," ucapnya.Mahyudin berharap, setoran dana Rp 20 miliar bagi setiap calon ketua umum yang bertarung di Munaslub nanti baru sekedar wacana. Dia minta wacana tersebut tak direalisasikan agar kompetisi bursa calon ketua umum Golkar berjalan dengan sehat."Kalau saya sebagai salah satu calon tetap mendaftar di munas, tapi saya tidak akan menyetor Rp 20 miliar karena saya tidak punya uang sebanyak itu untuk pendaftaran," jelas Mahyudin."Kalau nanti saya digugurkan, ya saya akan mengambil langkah hukum. Konflik Golkar nanti enggak selesai-selesai," tandasnya.
Mahyudin sebut Caketum Golkar ditangkap KPK jika wajib setor Rp 20 M
"Kalau Rp 1 miliar wajar, itu uang partisipasi," kata Mahyudin.
Advertisement
Rekomendasi