Presiden Joko Widodo menyindir kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang disebut terlalu banyak membuat Undang-Undang. Sehingga terkesan mengejar target. Jokowi tidak masalah bila DPR hanya mengesahkan tiga undang-undang dalam setahun, asal mempunyai kualitas nomor wahid.
Menyikapi sindiran Presiden Jokowi, Ketua MPR Zulkifli Hasan justru balik menyebut bahwa banyaknya UU yang dihasilkan DPR tidak lepas dari permintaan pemerintah.
"Kalau pemerintah bilang tidak kan (DPR) tidak," singkat Zulkifli di komplek parlemen, Kamis (31/3).
Namun dia sependapat dengan Presiden Jokowi. Terpenting bukan kuantitas atau jumlah Undang-Undang yang dihasilkan, tapi kualitasnya.
"Semangatnya itu kan kita tidak usah bikin banyak undang-undang yang penting kualitas," kata Zulkifli.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan, pemerintah menyadari bahwa tuntutan DPR mengesahkan dan melakukan revisi undang-undang begitu banyak.
"DPR tidak usahlah produksi undang-undang terlalu banyak. Tiga setahun cukup, lima cukup, tapi kualitasnya yang betul-betul baik," kata Jokowi saat dialog bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Rabu (30/1).