Pimpinan DPR cuma terima Ade Komarudin pengganti Setya Novanto

Pergantian ketua DPR sepenuhnya hak Fraksi Golkar. Pimpinan DPR tidak bisa ikut campur masalah ini.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Pimpinan DPR cuma terima Ade Komarudin pengganti Setya Novanto
Ade Komaruddin. ©2015 merdeka.com/rizky erzi andwika

Kursi empuk Ketua DPR kembali jadi rebutan antara Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono. Kedua kubu sama-sama menetapkan calonnya untuk menggantikan Setya Novanto di jajaran pimpinan DPR. Ical sapaan Aburizal Bakrie mencalonkan Ade Komarudin, sedangkan Agung Laksono mencalonkan Agus Gumiwang Kartasasmita.

‎Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menuturkan, pimpinan DPR tidak menerima surat pergantian Setya Novanto dari Golkar kubu Agung Laksono. Sekretariat DPR hanya menerima kandidat pengganti Novanto dari kubu Aburizal Bakrie.

"Sampai saat ini yang kita (DPR) terima hanya satu, memang ada paripurna menyampaikan interupsi, tapi tidak ada suratnya saya sudah cek sekretariat juga tidak ada," kata Agus di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan Senayan, Jakarta, Senin (21/12).

Politikus Partai Demokrat ini mengatakan pergantian ketua DPR sepenuhnya hak Fraksi Golkar. Baginya pimpinan DPR tidak bisa ikut campur masalah ini.

"Tentu yang mempunyai kewenangan adalah Fraksi Golkar siapapun harus setuju, dan sampaikan saat ini Pak Ade Komarudin dan saya cukup baik, dan 2004 lalu sama-sama di komisi VI dan menurut saya tidak ada masalah apa-apa," ujarnya.

‎Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Golkar kubu Agung Laksono, Fayakun menyebutkan, partainya sudah menunjuk Ketua Fraksi Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai pengganti Setya Novanto untuk jabatan ketua DPR.

"Kubu Ancol sudah tunjuk Agus Gumiwang. Sesungguhnya SK menkumham masih ada di kita," kata Fayakun Andriardi di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12).

‎Ditemui secara terpisah, Wakil Sekjen Partai Golkar kubu Agung Laksono, Dave Laksono ‎menyatakan sudah mengirim surat pada pimpinan DPR terkait penunjukan Agus. Dia tidak peduli dengan keputusan lain, termasuk dari kubu Agung.

Rekomendasi