Satu hari jelang pilkada serentak yang dihelat 9 Desember mendatang, kantor Komisi Pemilihan Umum digeruduk puluhan pemuda yang menamakan dirinya Gerakan Rakyat Peduli Pemilu Bersih (Gerdu-Pelih). Mereka menuntut KPU membatalkan pencalonan salah satu pasangan Pilgub Sulawesi Utara, Olly Dondokambey - Steven Kandow."KPU telah melanggar komitmennya sebagai penyelenggara pemilu bersih melalui gerakan moral yang mendukung pemberantasan korupsi," ujar Koordinator aksi, Sumarlin, dengan memakai pengeras suara di Depan Kantor KPU, Jakarta, Selasa (8/12).Sumarlin menilai Olly Dondokambey terindikasi kasus korupsi, di mana politikus PDI Perjuangan itu disebut-sebut dalam persidangan dugaan kasus korupsi Hambalang. Dia meminta KPU untuk meninjau ulang status calon kepala daerah yang terlibat korupsi."Ini juga bentuk praktik politik uang, seolah ada konsensus antara KPU dan partai pengusung, Olly kan masih tersandung kasus kok lolos," ujar dia dalam orasinya.Pantauan merdeka.com di lokasi, dalam aksinya para demonstran mengirimkan puluhan tikus di dalam kandang sebagai simbolis KPU meloloskan salah satu pasangan calon kepala daerah yang terindikasi korupsi. Hadiah tikus diterima pegawai KPU.Sementara puluhan polisi anggota Sabhara mengamankan unjuk rasa ini. Polisi membuat pagar betis di pintu gerbang KPU agar demonstran tidak masuk. Unjuk rasa ini tidak menyebabkan kemacaten di Jalan Imam Bonjol.
H-1 pilkada serentak, puluhan pendemo kirimi tikus-tikus ke KPU
Mereka minta KPU membatalkan pencalonan pasangan Pilgub Sulawesi Utara, Olly Dondokambey - Steven Kandow.
Rekomendasi