Komisi III DPR lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Surabaya. Mereka akan mengklarifikasi kinerja Polda Jatim terkait pengungkapan kasus pembunuhan petani penolak tambang Salim alias Kancil dan penganiayaan pada Tosan. "Yang ke Lumajang kan sudah. Kita tinggal mem-follow up apa yang sudah dikerjakan oleh Polda," kata Anggota Komisi III DPR Arsul Sani saat dihubungi merdeka.com, Rabu (11/11). Menurut Politisi PPP tersebut, kunjungan kerja juga kemarin sudah dilakukan ke pedagang Pasar Turi. Mereka mendengar langsung kesaksian dari pedagang terkait sumber masalah penetapan Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai tersangka. "Ini kan kunjungan kerja pengawasan, kasus Lumajang akan kita tanyakan. Terus kasus Pasar Turi terkait penetapan Risma sebagai tersangka. Kemarin kita berdialog dengan pedagang Pasar Turi. Kita kunjungi Pasar Turi. Juga pengaduan lain yang masuk pada komisi III," tuturnya. Rencananya kunjungan kerja yang dilakukan pada masa reses tersebut akan diakhiri besok malam. "Sampai besok malam. 3 hari," ucapnya. Beberapa perwakilan Komisi III DPR turut dalam rombongan tersebut. Di antaranya Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa, Anggota Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul dan Didik Mukrianto, Anggota Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy, Anggota Fraksi PDIP Dwi Ria Latifa, dan sebagainya.Seperti diketahui, Salim Kancil tewas dianiaya puluhan preman karena menolak aktivitas penambangan pasir di Lumajang. Tak hanya Salim, aktivis penolak tambang, Posan juga dianiaya dengan kejam oleh para preman.Sementara kasus Risma sempat dilimpahkan ke Kejaksaan Surabaya terkait kasus relokasi Pasar Turi. Sprindik Risma bahkan sudah diterima oleh Kejaksaan. Namun belakangan kasus ini dihentikan polisi.
Kunker ke Surabaya, Komisi III DPR pantau kasus Salim Kancil & Risma
Selama tiga hari Komisi III DPR berada di Surabaya.
Advertisement
Rekomendasi