Ketegangan antara Menko Kemaritiman Rizal Ramli dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla semakin memanas. Pemicu saling serang ini adalah kritik Rizal terhadap proyek listrik 35.000 Mega Watt.Rizal meminta agar megaproyek itu tidak diteruskan karena mustahil diwujudkan. Bahkan, mantan aktivis itu menyebut proyek tersebut adalah proyek ambisius JK. Rizal juga menantang atasannya itu untuk debat terbuka di depan publik.JK tersulut dengan ucapan Rizal. Dia pun meminta agar Rizal lebih dahulu memahami persoalan sebelum bicara. Bahkan, JK mengatakan, jika manuver Rizal yang baru sepekan jadi menteri sudah ditegur oleh Presiden Joko Widodo."Ya tentu semuanya menteri itu harus paham dulu baru bicara, jangan bicara tanpa paham persoalan, itu berbahaya," kata JK.Aktivis Komite Bangkit Indonesia Adhie M Massardi meminta JK sebagai pejabat paling senior tidak berlebihan menyikapi kritik dari anak buahnya. Seharusnya, kata Adhie, JK lebih bijaksana dalam menyikapi saran dan gagasan untuk perbaikan pemerintahan, dari mana pun datangnya. "Sehingga jadi teladan bagi anggota kabinet lainnya. Tidak malah menanggapinya secara emosional," kata Adhie kepada merdeka.com, Rabu (19/8).Adhie menambahkan seharusnya kegaduhan politik ini tidak perlu terjadi jika JK menempatkan diri sebagai pejabat paling senior saat ini. Dia bahkan menilai reaksi JK tidak terlepas proyek itu memang berkaitan dengan keluarga."Kalau saja Pak JK hadir sebagai negarawan, yang tindak-tanduknya hanya demi kemaslahatan rakyat, negara dan bangsa, dan tidak memiliki konflik kepentingan, apalagi menyangkut bisnis keluarga, tak akan muncul kegaduhan politik di level kabinet seperti sekarang," kata.
Advertisement
Adhie secara terbuka mendukung Rizal Ramli. Keduanya memang dikenal dekat. Saat Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat, Adhie merupakan salah satu juru bicara, sedangkan Rizal menjadi menteri keuangan.Setelah Gus Dur lengser, keduanya bersama sejumlah aktivis aktif mengkritisi kebijakan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Mereka juga sama-sama tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih.Juru Bicara JK, Husain Abdullah mengatakan, sumber kegaduhan adalah Rizal Ramli. "Sumber kegaduhan adalah Pak Rizal. Sejak selesai dilantik, RR sudah ribut soal Garuda, juga dengan program listrik," tuturnya.
"Tapi Pak JK sama sekali tidak mengomentari karena bukan tempatnya. Tetapi Pak Rizal makin jadi-jadi meski sudah ditegur Presiden. Malah mau memanggil Pak JK dan menantangnya debat. Pak JK pun masih tenang-tenang saja," tambahnya.Hussain mengatakan, sebagai menteri, seharusnya Rizal Ramli memanfaatkan sidang kabinet dan rapat terbatas untuk mengungkapkan kritikannya, alih-alih membuat kegaduhan."Enak saja Pak Rizal, habis bikin gaduh kiri kanan, lalu lewat Adhie Massardi, minta Pak JK bersikap negarawan. Ini lucu. Habis nantang lalu setelah diingatkan dia minta kita jadi negarawan. Pak JK negarawan, kalau saya bukan negarawan," kata Hussain.