Tjatur Sapto Edy resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai ketua fraksi Partai Amanat Nasional di DPR. Dia mengisyaratkan bergabung dengan Ormas Harapan Rakyat yang dibentuk oleh loyalis Hatta Rajasa.Langkah ini tidak terlepas dari bergesernya pucuk pimpinan di PAN dari Hatta Rajasa ke Zulkifli Hasan. Sebelum Tjatur, loyalis Hatta lainnya juga memberi sinyal tak ingin berada dalam kepengurusan partai.Tjatur saat dikonfirmasi tidak mau menanggapi serius dan hanya memberikan isyarat soal Ormas tersebut. "Itu masih dipikirkan (gabung ormas). Kita tunggu saja episode berikutnya," katanya di Gedung DPR, Tjatur mengaku pengunduran dirinya merupakan kemauan pribadi bukan ada desakan dari pihak lain. Dia melanjutkan, proses pengunduran dirinya sebagai ketua fraksi sebelumnya sudah diajukan kepada Hatta Rajasa."Ini sebenarnya sudah lama, sudah sekitar 1 tahun lalu. Sudah saya sampaikan sama pimpinan pak Hatta saat itu," papar Tjatur yang sudah 2 periode jadi ketua fraksi.Tjatur juga menyebut jika Hatta Rajasa enggan masuk ke dalam kepengurusan Zulkifli Hasan. Namun, dia membantah jika penolakan itu karena sudah terjadi perpecahan di internal PAN. "Kita belum dengar jelas, tapi Bang Hatta sepertinya kurang berkenan untuk di dalam kepengurusan (Zulkifli Hasan)," kata Tjatur di Hotel Grand Hyatt, Bali, Senin (2/3).Wakil Ketua Umum PAN periode 2010-2015, Dradjad Wibowo mengaku akan beristirahat sejenak dari dunia politik. Dia akan kembali fokus untuk menekuni profesinya di dunia ekonomi dan keuangan setelah jagoannya Hatta Rajasa kalah dalam pencalonan ketua umum di Kongres IV PAN.
Advertisement
Dradjad menambahkan, niatnya untuk mundur dari parpol sudah ada sejak tahun 2009, yakni ketika dia tidak bersedia maju kembali untuk menjadi anggota DPR. Namun panggilan tugas kepartaian membuatnya ikut memimpin PAN."Saat saya tidak kembali lagi maju di DPR saya, sebetulnya sudah niat untuk istirahat, tapi masih ada amanah dan tugas di partai yang mengharuskan saya kembali aktif," tuturnya.Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berjanji tak akan ada mengkudeta para loyalis Hatta. Menurutnya, semua kader baik yang menjadi pendukungnya ataupun tidak akan dipersatukan kembali demi menjaga keharmonisan partai."Nanti bersama-sama. Tidak ada yang disingkirkan. Semua bersama-sama," kata Zulkifli di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (2/3).Ketua MPR itu menegaskan persaingan antara dua pendukung hanya berlangsung ketika kongres. Setelahnya akan kembali menyatu membangun partai."Karena kongres sudah selesai. Mari bersatu kembali. Ini bukan kemenangan saya, ini kemenangan kader," tandasnya.