DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur berharap, mundurnya Tjatur Sapto Edy dari ketua fraksi DPR tidak berkaitan dengan Kongres IV PAN di Nusa Dua, Bali. Sebab, Tjatur merupakan tim sukses Hatta Rajasa, yang akhirnya disingkirkan Zulkifli Hasan di pertarungan merebutkan kursi ketua umum partai.
Bahkan, PAN Jawa Timur menilai, niatan Tjatur ini adalah hal yang wajar dan biasa-biasa saja. Sehingga tidak berpengaruh dengan kesolidan partai berlambang matahari terbit tersebut.
Pun begitu dengan niat Wakil Ketua Demisioner DPP PAN, Dradjad Wibowo yang juga ingin mundur dari jabatannya, karena ingin istirahat dan meninggalkan politik praktis.
"Memang kami sudah mendengarnya (mundurnya Tjatur dan Dradjad). Alasannya karena faktor kenyamanan dan ingin suasana baru," ujar pengurus Harian DPW PAN Jawa Timur, Basuki Babussalam, Selasa (10/3).
Kata Basuki, Tjatur merupakan kader partai yang menempati posisi ketua fraksi terlama, sehingga dengan mundurnya Tjatur, bisa memberi kesempatan kader lain untuk membuktikan kualitasnya dan juga membuktikan kaderisasi PAN berjalan baik. "Jadi itu biasa saja dan wajar. Karena saya yakin itu tidak ada kaitannya (dengan kekalahan Hatta), apalagi sampai disebut barisan sakit hati. Kader PAN dari pusat sampai bawah tidak seperti itu dan kami solid, sebelum atau setelah kongres di Bali," tegasnya yakin. Secara personal, lanjut dia, mungkin berpengaruh. "Tapi kalau secara kelembagaan tidak ada kaitannya sama sekali. 48 Kursi di DPR menunjukkan kualitas dan kesolidan PAN. Sehingga tidak akan muncul faksi-faksi lain yang mempengaruhi kekuatan partai," ucapnya. Sebelumnya, Senin kemarin di Jakarta, Tjatur menyatakan akan mundur dari jabatannya dengan alasan sudah terlalu lama menjabat ketua fraksi dan ingin mencari suasana baru.
Disusul Wakil Ketua Demisioner DPP PAN Dradjad Wibowo yang menyatakan ingin istirahat dan politik praktis, meksi tidak menanggalkan keanggotaannya di PAN.
"Itu sudah lama saya sampaikan, sejak Januari. Kalau Hatta Rajasa terpilih, saya bantu Bang Hatta mengurus partai. Kalau yang terpilih Bang Zul, saya akan istirahat dari politik praktis, tapi saya tetap anggota PAN, tetap punya hak memperjuangkannya," kata Dradjad waktu itu.