Politikus PPP Reni sentil Jokowi soal KIP agar tak salah sasaran

"Ada 4 persen anak-anak usia 7-12 tahun yang tidak sekolah SD," kata Reni.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Politikus PPP Reni sentil Jokowi soal KIP agar tak salah sasaran
Reni Marlinawati. ©2015 Merdeka.com/dok pribadi/Facebook

Presiden Joko Widodo diharapkan segera merealisasikan janji-janji politiknya. Di bidang pendidikan, Kartu Indonesia Pintar yang menjadi salah satu program andalan Jokowi jangan sampai salah sasaran."Instrumen Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang digulirkan pemerintahan Jokowi harus tepat sasaran. Program ini jangan mengulangi kesalahan Kartu Jakarta Pintar (KJP) di era Gubernur Jokowi yang terbukti tidak sedikit yang salah sasaran," kata Anggota Komisi X DPR FPPP Reni Marlinawati kepada wartawan, Jakarta, Selasa (6/1).Menurut dia, salah satu target tujuan pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) yakni pencapaian pendidikan dasar untuk semua yang harus dilaksanakan secara tuntas pada tahun 2015 ini. Namun jika merujuk data UNICEF pada tahun 2013, sebanyak 96 persen anak-anak usia 7-12 tahun bersekolah di SD."Artinya ada 4 persen anak-anak usia 7-12 tahun yang tidak sekolah SD. Pada tahun 2012 UNICEF merilis sebanyak 2,3 juta anak usia 7-15 tahun di Indonesia tidak bersekolah. Sudah saatnya pemerintah harus menuntaskan permasalahan tersebut dengan serius pada tahun 2015 ini," jelasnya.Selain itu, komisi bidang pendidikan itu juga berharap segera ada kerja nyata Kementerian Ristek dan Dikti. Sebab, diakui Reni, sejak pejabat kementerian tersebut dilantik, belum ada semangat yang menunjukkan untuk bekerja."Target reorganisasi kementerian Ristek dan Dikti selesai pada akhir tahun 2014 kemarin, kami tunggu, seperti apa bentuk dan wujudnya. Karena hingga 2,5 bulan kemarin sejak dilantik, Kementerian Ristek dan Dikti belum menunjukkan kinerja dan platform kementerian secara jelas," terang Reni."Kami berharap tahun 2015 ini kementerian ini sudah bisa langsung bekerja dan menjalankan misi besarnya dalam mengolaborasi hasil riset yang berbasiskan di perguruan tinggi," imbuhnya.

Rekomendasi