LSI: Publik tak percaya pilkada via DPRD kurangi politik uang

Publik membantah argumen yang menyebut praktik politik uang sebagai dasar dilaksanakannya pilkada oleh DPRD.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
LSI: Publik tak percaya pilkada via DPRD kurangi politik uang
Survei LSI. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi menyatakan sebagian besar masyarakat tidak percaya jika praktik politik uang tidak akan terjadi jika pilkada dijalankan oleh DPRD. Bahkan tingkat perbedaan antara yang tidak percaya dengan percaya politik uang dapat berkurang di DPRD sangat jauh."52,3 Persen masyarakat tidak percaya bahwa sistem pilkada melalui DPRD akan dapat mengurangi praktik politik uang. Jumlah ini cukup besar bila dibandingkan dengan mereka yang percaya bahwa pilkada tidak langsung dapat mengatasi politik uang, sebanyak 28,9 persen," ujar Dodi di kantornya, Jakarta, Rabu (17/12).Tetapi, Dodi mendapat temuan menarik terhadap persentase pendukung dua pasangan calon. Menurut dia, hasil survei menunjukkan persentase antaran pendukung Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta yang tidak percaya pilkada oleh DPRD dapat mengurangi praktik politik uang berada di posisi sama yaitu 52 persen."Meskipun yang percaya jumlahnya cukup berbeda, 28 persen kubu Jokowi-JK dan 33 persen kubu Prabowo-Hatta," ungkap dia.Lebih lanjut, Dodi menyimpulkan publik membantah argumen yang menyebut praktik politik uang sebagai dasar dilaksanakannya pilkada oleh DPRD. Menurut dia, alasan dianggap kurang meyakinkan.LSI menjalankan survei terkait pilkada langsung pada tangga 25 Oktober hingga 3 Desember 2014. Survei ini menggunakan metode wawancara melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi.Dalam survei ini, LSI menetapkan tingkat margin of error sebesar 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini didanai oleh International Foundation for Electoral Systems (IFES).

Rekomendasi