Kabar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih ingin menjadi ketua umum Partai Demokrat hingga periode 2015-2020 semakin santer. Seorang elite partai mercy itu bahkan mengurungkan niatnya untuk berkompetisi dalam pemilihan ketua umum di Kongres 2015 karena presiden ke-6 itu tetap ingin mencalonkan diri."SBY ingin menjadi ketum lagi, apakah ada yang mau berkompetisi dengan beliau," kata salah seorang petinggi sekaligus pendiri Partai Demokrat kepada merdeka.com, Kamis (11/12).Sumber merdeka.com yang lain menyebutkan, SBY telah menyiapkan sejumlah strategi agar pemilihan ketua umum berjalan aklamasi seperti halnya yang dilakukan Partai Golkar dalam Munas IX Bali yang menetapkan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai ketua umum."SBY ingin menjadi Ketum lagi dengan konsolidasi seluruh daerah dan minta dukungan tertulis," kata elite Demokrat itu.Menurut dia, cara SBY mendesain kongres berjalan secara aklamasi tidak jauh berbeda dengan ketua umum Partai Golkar versi Munas IX Bali, Aburizal Bakrie. SBY menggunakan sisa-sisa pengaruhnya untuk memaksa DPD DPC Partai Demokrat seluruh Indonesia untuk membuat pernyataan tertulis.Sementara itu, salah satu pendiri Partai Demokrat Ahmad Mubarok tidak percaya dengan tudingan tersebut. Dia menilai, SBY bukan orang yang seperti dituduhkan itu."Pak SBY enggak punya karakter begitu," kata Mubarok dihubungi terpisah.Menurut dia, itu hanya anggapan orang saja yang menyebut SBY paksa DPD dan DPC mendukungnya di kongres. Dia menilai SBY orang yang negarawan."Ini kan orang yang ngomong, Pak SBY enggak mungkin seperti itu," terang dia.Seperti diketahui, SBY terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat lewat Kongres Luar Biasa yang digelar di Bali pada Maret 2013 silam. Masih menjabat presiden kala itu, SBY menggantikan Anas Urbaningrum yang terjerat korupsi.Sesaat setelah terpilih sebagai ketum lewat KLB, SBY berjanji tidak lagi menjadi ketua umum Partai Demokrat setelah Pilpres 2014 selesai.
SBY ingin jadi ketum lagi, siapa yang berani kompetisi?
Dikabarkan, SBY juga telah menyiapkan sejumlah strategi agar pemilihan ketua umum berjalan aklamasi.
Rekomendasi