Ini janji palsu Ical selama pimpin Golkar versi presidium

Terlebih, Agun menyayangkan sikap Ical yang mengundang dan mengutamakan orang lain dibandingkan kader-kader Golkar.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Ini janji palsu Ical selama pimpin Golkar versi presidium
Aburizal Bakrie. merdeka.com

Presidium Penyelamat Partai Golkar menuding poin-poin pidato Aburizal Bakrie (Ical) di Munas IX Nusa Dua, Bali penuh kebohongan. Kubu Agung Laksono selaku Presidium Penyelamat Partai mulai melancarkan serangan-serangan kepada Ical dengan membeberkan sejumlah fakta kegagalan Ical selama menjadi ketua umum partai periode 2009-2014.Anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengungkapkan sederet janji-janji Ical yang tidak terealisasi kepada kader Golkar. Pertama, Ical berjanji kepada anggota Golkar dengan program kartu asuransi tetapi tidak terbukti."Kepada seluruh peserta Munas di Bali, kami ingatkan, mana realisasi KTA berasuransi kenyataannya pihak asuransi tidak mau bayar, karena uang premi yang dibayarkan oleh masing-masing anggota/pengurus/anggota DPR tidak disetorkan ke pihak asuransi," kata Agun, Nusa Dua, Bali, Senin (1/12).Kegagalan dan tak terealisasinya janji Ical selanjutnya, kata Agun, adalah bantuan bulanan DPP Partai Golkar kepada setiap DPD-DPD di seluruh Indonesia. Menurutnya, kucuran bantuan Ical terhadap DPD setiap bulan dianggapnya hanya isapan jempol."Lalu mana janji dana abadi Rp 1 triliun untuk kelangsungan hidup partai, lalu mana gedung berlantai lantai untuk DPP, semua tak ada yang terealisir dengan baik dan benar. Mana bantuan untuk sukses pileg 2014," beber Agun.Terlebih, Agun menyayangkan sikap Ical yang mengundang dan mengutamakan orang lain dibandingkan kader-kader Partai Golkar untuk Munas IX. Yang mana tokoh-tokoh dan ketua umum partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) untuk dimintai bantuan agar jabatan ketua umum tidak berpindah dari tangan Ical."Tidak masuk akal, di mana segalanya sudah diatur tanpa dirapatkan lebih dahulu, penyelenggaranya, pimpinan sidangnya, materinya, tata tertibnya, semua penuh rekayasa," jelas Agun."Kepada seluruh DPD inilah saatnya untuk jujur dan berani menyelamatkan partai dari oligarki yang penuh tekanan dan ancaman, gunakanlah kesempatan baik ini," tutupnya.

Rekomendasi