Gerindra bantah sepakat kocok ulang pemilihan pimpinan komisi

Bagi Fadli, komposisi pimpinan komisi sudah final.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Gerindra bantah sepakat kocok ulang pemilihan pimpinan komisi
Fadli Zon ziarah makam Karl Marx. Twitter

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah bila pihaknya setuju akan adanya usulan kocok ulang (pemilihan ulang) terhadap pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan. Menurut Fadli, apa yang telah diputuskan akan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan telah final walaupun semuanya diisi oleh partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih."Tak ada istilah kocok ulang, ketua dan wakil komisi sudah ditetapkan," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).Adanya kocok ulang pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan, tegas Fadli, bukan merupakan istilah yang tepat.Fadli mengakui, memang ada kemungkinan penambahan pimpinan komisi sebagai langkah untuk mengakomodir keinginan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat."Tak ada istilah kocok ulang, bukan istilah itu yang tepat. Yang tepat, memungkinkan penambahan, bisa saja, kalau disepakati anggota," jelasnya.Fadli menegaskan, tidak ada rencana pemilihan ulang pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan. Menurutnya, sejak awal telah dibuka ruang dan kesempatan komunikasi bagi partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat."Tak ada rencana kocok ulang, kalau bentuk lain memungkinkan tapi harus sesuai undang-undang dan tatib," tutup Wakil Ketua DPR itu.Sebelumnya diketahui, Sekjen Partai NasDem Rio Capella membeberkan, sudah ada dua fraksi dari Koalisi Merah Putih yang setuju untuk dilakukan kocok ulang pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan. NasDem mengklaim Partai Gerindra dan PAN sepakat pemilihan ulang."Saya sudah ketemu Fadli Zon (Gerindra). Dia menyatakan tidak ada masalah. PAN juga tidak ada masalah kocok ulang," ungkapnya.Namun, dia belum dapat memastikan fraksi lainnya juga setuju pemilihan ulang pimpinan komisi diulang kembali. Sebab diakuinya kesepakatan bersama dengan KMP belum terjalin."Saya tidak tau partai lain. Tapi yang jelas dua partai itu bilang tidak ada masalah," tandasnya.

Rekomendasi