Puan puji pidato SBY, sinyal PDIP-Demokrat makin mesra?

Putri bungsu Megawati ini juga mengapresiasi pidato perpisahan SBY di parlemen.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Puan puji pidato SBY, sinyal PDIP-Demokrat makin mesra?
Puan Maharani selfie. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Ketua Fraksi PDIP DPR Puan Maharani angkat bicara soal pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dalam sidang bersama DPR dan DPD. Meski beroposisi, Puan tetap mengapresiasi apa yang sudah dilakukan SBY dalam dua periode masa jabatannya."Kami mengapresiasi apa saja yang sudah dilakukan pemerintahan SBY selama 10 tahun ini dalam membangun Indonesia, bahwa Indonesia membutuhkan Indonesia yang berkeadilan, bukan hanya berkeadilan dalam ekonomi, tapi juga adil secara kerakyatan," ujar Puan di Gedung DPR , Jakarta, Jumat (15/8).Puan pun mengatakan pemerintahan selanjutnya sebaiknya meneruskan program-program yang baik yang telah dilakukan oleh SBY . "Bahwa kemudian negara harus bisa menjaga atau melindungi seluruh negaranya itu merupakan suatu hal yang bukan hanya menjadi retorika saja pada pemerintahan yang akan datang, tentu harus diteruskan diperkuat hal-hal yang berkaitan dengan keadilan di Indonesia jadi kami apresiasi apa yang beliau sampaikan, beliau lakukan selama 10 tahun," tutur Puan.Putri bungsu Megawati ini juga mengapresiasi pidato perpisahan SBY di parlemen. Dia berharap, pemerintahan yang baru ke depan mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya."Kemudian salam perpisahan beliau bahwa hari ini adalah hari terakhir pidato terakhir beliau di MPR/DPR, tentu saja itu merupakan suatu dinamika ada yang maju dan turun, pergantian regenerasi dan ya semoga presiden terpilih pada periode yang akan datang bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.Seperti diketahui, kabar Partai Demokrat merapat ke Jokowi - JK kian santer terdengar. Apalagi Demokrat akan menggelar Rakernas untuk menentukan sikap politiknya sebelum pelantikan presiden baru 20 Oktober mendatang.Koalisi antara Partai Demokrat dan PDIP awalnya diragukan dapat terjadi karena hubungan SBY dan Mega yang renggang sejak 2004 lalu.

Rekomendasi