Nama Ketua Gerindra DKI, Mohammad Taufik mencuat setelah dirinya menyampaikan pernyataan yang menghebohkan saat dirinya mengancam bakal menculik Ketua KPU Husni Kamil Manik. Menurutnya, Husni dianggap tidak becus dalam menyelenggarakan pemilu.Pernyataan Taufik itu terlontar saat dirinya berorasi di depan ratusan kader dan simpatisan Partai Gerindra melakukan demonstrasi terkait sengketa pilpres di depan Mahkamah Konstitusi, Jumat (8/8). Namun Taufik sempat memberikan pernyataan soal ancaman tersebut dalam akun Twitternya pada hari Jumat (8/8)."Mohon diluruskan, saya berkata 'tangkap' bukan 'culik'. Terima kasih," tulis M Taufik dalam akun Twitter pribadinya.Sebagai politisi Gerindra, Taufik tercatat mulai bergabung dengan partai bentukan mantan Danjen Kopasus, Prabowo Subianto ini sejak 2008. Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, pada pemilu 2009 lalu, pria kelahiran 3 Januari 1957 ini, berhasil mengantarkan Gerindra mendapatkan enam kursi di DPRD dua kursi di DPR pusat.Sebelum bergabung dengan Gerindra, Taufik pernah bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) setelah reformasi 1998. Setahun kemudian, lulusan Universitas Jayabaya ini kemudian mengundurkan diri dari PKP dan mendirikan lembaga swadaya masyarakat Pusat Pengkajian Jakarta yang kerap mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta.Keterlibatan Taufik di dunia politik dimulai sejak dirinya duduk di bangku kuliah di Universitas Jayabaya. Selain sibuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa, Taufik juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).Taufik juga tercatat sebagai Ketua KPU DKI Jakarta. Mantan Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) ini menjabat Ketua KPU DKI Jakarta pada 2003 hingga 2008. Pada 2005, sempat tersiar kabar Taufik ditahan karena dugaan korupsi di KPU DKI Jakarta yang dipimpinnya.
M Taufik pengancam penculik Ketua KPU berpolitik sejak kuliah
Selain sibuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa, Taufik juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Rekomendasi