Pesan Yusril dari Vatikan: Kalau tolak Prabowo mestinya ke MK

"KPU terus saja melakukan rekapitulasi dan umumkan hasil Pipres, apapun hasilnya, walaupun tidak memuaskan siapapun."

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Pesan Yusril dari Vatikan: Kalau tolak Prabowo mestinya ke MK
Yusril Ihza Mahendra . ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Ketua Umum Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memberi pesan kepada calon presiden Prabowo Subianto . Ketimbang menolak hasil pemilihan umum presiden, lebih baik mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK)."Saya sarankan kepada Prabowo Hatta untuk bawa ke MK hasil Pilpres jika memang tdk memuaskan beliau dan buktikan kecurangan disana," kicau Yusril dalam akun twitternya, Selasa (22/9)."Kita lihat nanti apa putusan MK, apakah hasil Pilpres sdh sah dan selesai atau harus Pilpres ulang di beberapa tempat yg curang," tambahnya.Pakar hukum tata negara itu mengatakan, keputusan Prabowo mundur dan menolak hasil Pilpres tidak perlu mempengaruhi KPU dalam menuntaskan tugasnya. Keputusan Prabowo mundur, lanjutnya, tidak menyebabkan Pilpres 2014 hanya diikuti oleh Jokowi dan JK ."Dengan kata lain, KPU terus saja melakukan rekapitulasi dan umumkan hasil Pipres, apapun hasilnya, walaupun tdk memuaskan siapapun," tuturnya.Menurut Yusril, dalam Undang-Undang Pilpres seorang calon yang sudah disahkan tidak boleh mundur dengan alasan apapun. "Hak konstitusional utk mundur dari pencapresan tdk secara eksplisit diatur dlm konstitusi, dan UUD45 mendelegasikannya kpd undang2," katanya.Yusril khawatir jika Pilpres sekarang ini gagal, maka akan terjadi kevakuman pemerintahan, sebab MPR tidak bisa memperpanjang masa jabatan SBY . "Kevakuman pemerintahan tsb sangat membahayakan bangsa dan negara, karena itu keselamatan negara harus diutamakan," ujarnya."Demikian pesan saya dari Vatican, Roma, Italy, semoga menjadi bahan perhatian semua pihak di tanah air," tandasnya.

Rekomendasi