Anak buah Prabowo: Beroposisi sama terhormat dengan memerintah

Menurut Pius, siapapun presidennya, "yang menang adalah demokrasi yang telah kita pilih dan perjuangkan."

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Anak buah Prabowo: Beroposisi sama terhormat dengan memerintah
Pius Lustrilanang. ©istimewa

Politikus Partai Gerindra Pius Lustrilanang membuat pernyataan menyejukkan di tengah hiruk pikuk penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sedang berlangsung. Menurut anak buah Prabowo Subianto ini, dari perhitungan suara yang ada, pemenang Pilpres 2014 sebenarnya sudah bisa diketahui."Dengan selesainya pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan (15/7/2014) dan dimulainya rekapitulasi di tingkat kabupaten sejak (16/7/2014), pemenang pilpres sudah diketahui publik. Saya mencoba menghitung data DB1 yang sudah di-upload di website KPU, ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan hasil yang ditayangkan di situs www.kawalpemilu.org," tulis Pius dalam laman Facebook-nya, Kamis (17/7).

Pantauan merdeka.com pagi ini, hasil rekapitulasi di kawalpemilu.org memenangkan Jokowi - JK (52,82%) atas Prabowo - Hatta (48,29%). Hasil tersebut berdasarkan data masuk formulir C1 sebanyak 95,6 persen.

Ikuti berita Prabowo Subianto di Liputan6.com"Salam hormat saya buat siapapun yang sudah mendedikasikan dirinya buat mengawal pemilu sehingga berjalan jujur dan adil," imbuhnya.Menurut Pius, siapapun presidennya, "yang menang adalah demokrasi yang telah kita pilih dan perjuangkan." "Demokrasi adalah alat sekaligus tujuan. Keyakinan saya terhadap demokrasi tidak akan pernah berubah," kata dia.Bekas korban penculikan aktivis 1998 ini berharap sistem demokrasi Indonesia semakin matang.

"Semoga demokrasi bisa mendatangkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita rajut lagi persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga rakyat tidak perlu menyaksikan akrobat politik dagang sapi. Untuk harapan yang terakhir, saya agak pesimis," ujar dia.Hormat selanjutnya, kata Pius, dia berikan buat partai yang lapang dada menerima kekalahan dan siap beroposisi.

"Oposisi bagi mereka yang kalah, adalah sikap yang sama terhormatnya dengan kesiapan memerintah bagi yang menang. Apapun pilihan yang diambil akan menentukan peta politik Indonesia ke depan," kata dia."Semoga elite parpol bisa melihat kepentingan politik jangka panjang, bukan sekedar keinginan untuk berkuasa," imbuhnya. Demokrasi, kata Pius, juga memerlukan juga checks and ballances. "Ke depan, saya ramalkan hanya akan ada dua kekuatan politik besar: dua koalisi besar partai. Sebuah proses penyederhanaan parpol secara alamiah," tutupnya.

Rekomendasi