18 Tahanan KPK menggunakan hak pilihnya di TPS Rutan KPK, Setiabudi, Karet, Jakarta. Mereka mulai berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya sejak pukul 09.15 WIB, Rabu (9/7).Tahanan yang mendapat giliran dimulai dari tahanan yang mendekam di Rutan Guntur, Jakarta Selatan. Yakni, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq mendapat giliran pertama. Dia tidak berkomentar dan hanya tersenyum.Tahanan kedua, yakni terdakwa kasus korupsi Century, Budi Mulya , disusul kasus korupsi IT Perpustakaan UI Tafsir Nurhamid, Kasus Korupsi Dermaga Sabang Heru Sulaksono, Bupati Biak Yesaya Sombuk, mantan kepala Badan pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Syahrul R Sampurnajaya.Dilanjut dengan para tahanan yang mendekam di Rutan KPK. yakni Mantan anggota DPR Choirun Nisa kasus dugaan suap sengketa pilkada Gunung Mas, Kalimantan, Susi Tur Andayani advokat dan Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri Arta Meris Simbolon.Kemudian Mantan Ketua MK Akil Mochtar , Bupati Bogor Rahmat Yasin , Ahmad Fatanah, Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo , mantan Menpora Andi Alifian Mallarangeng .Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum Direktur PT Papua Indah Perkara Teddy Renyut, Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Santoso Pemilik PT Bali Pasifik Pragama Tubagus Chairi Wardana alias Wawan.Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) 18 Kelurahan Karet Sutrisno mengatakan, jumlah pemilih di Rutan KPK sebenarnya ada 21, namun tiga tahanan sudah pindah ke Lapas Sukamiskin."Ada 21 tahanan, tiga pindah ke Bandung," ujar Sutrisno.
Akil, Luthfi Hasan, dan Andi Mallarangeng nyoblos di Rutan KPK
Jumlah pemilih di Rutan KPK sebenarnya ada 21, namun tiga tahanan sudah pindah ke Lapas Sukamiskin.
Rekomendasi